INSIBERNEWS - Kebijakan tarif balasan dari Amerika Serikat mulai menimbulkan efek domino ke berbagai sektor ekspor Indonesia. Tak hanya mainan anak seperti boneka Barbie dan mobil-mobilan Hot Wheels yang sebelumnya sudah jadi sorotan, kini produk andalan seperti pakaian jadi dan alas kaki juga masuk daftar yang ikut terimbas.
Produk-produk ini selama ini menjadi tumpuan ekspor nasional karena menyerap banyak tenaga kerja dan dikirim ke berbagai negara dengan merek global ternama.
Baca Juga: Inggris Siap Bahas Pengakuan Palestina Bareng Prancis dan Arab Saudi, Juni Jadi Momen Penting?
Dalam konferensi pers APBN KITA edisi April 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti bagaimana kebijakan resiprokal dari AS ini bisa berdampak langsung pada harga dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Ia mengingatkan bahwa meskipun sektor mainan yang terdampak terlihat ‘ringan’, namun imbas tarif ini bisa meluas ke sektor yang sangat strategis, termasuk industri tekstil dan sepatu.
“Retaliasi ini akan memengaruhi harga-harga, termasuk mainan dan bisa juga berdampak pada industri-industri lain yang tidak kalah penting. Kita harus waspada,” ujar Sri Mulyani.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan daya saing produk ekspor Indonesia, apalagi banyak merek sepatu global seperti Nike, Adidas, Converse, dan New Balance yang produksinya berasal dari pabrik-pabrik dalam negeri.
Jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, maka bukan hanya ekspor yang turun, tapi juga lapangan kerja yang selama ini digerakkan oleh sektor ini bisa ikut terganggu.
Baca Juga: Geger Penemuan Mahasiswi Unhas Tak Bernyawa di Kamar Kos, Diduga Sudah Meninggal Tiga Hari
Menurut Sri Mulyani, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan global dan siap mengatur strategi agar pelaku industri domestik tidak terlalu terdampak.
Di sisi lain, ia juga mengajak semua pihak—baik produsen, eksportir, hingga masyarakat—untuk menyadari pentingnya menjaga reputasi produk Indonesia di mata dunia.