INSIBERNEWS - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik Rusia-Ukraina. Dalam sebuah wawancara bersama tokoh media konservatif Glenn Beck, Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin lebih terbuka untuk berdialog dan menyepakati perdamaian dibandingkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Bahkan, Trump menyebut Zelensky sebagai sosok yang sulit diajak berunding karena terus meminta “lebih dan lebih”, meski menurutnya, tidak memiliki “kartu kuat” dalam negosiasi.
Baca Juga: MK Batasi Pihak yang Bisa Lapor Pencemaran Nama Baik, Bukan Lagi Institusi atau Korporasi
Trump menyinggung momen ketika Zelensky berkunjung ke Gedung Putih saat ia masih menjabat. Dalam pertemuan itu, Trump mengaku mencoba membicarakan solusi damai, namun respons dari Zelensky justru dianggap berlebihan.
“Dia mulai berteriak, ‘Kami butuh keamanan!’ Saya bilang, ‘Keamanan?’ Saya bahkan tidak yakin kita bisa menyelesaikan kesepakatan ini,” kata Trump.
Ia menggambarkan permintaan Zelensky terlalu banyak dan tidak proporsional dengan posisi Ukraina dalam konflik.
Baca Juga: Eks Pemain OCI Ceritakan Luka Lama: Diambil Sejak Kecil, Tak Tahu Orang Tua Kandung
Menurut Trump, justru Vladimir Putin yang dinilainya punya niat untuk bernegosiasi, meski hal itu akan sulit tercapai tanpa kehadirannya kembali di Ruang Oval.
“Saya rasa Putin tidak akan menyelesaikan apapun kecuali saya kembali duduk di kursi presiden.
Dia punya rencana untuk terus maju,” ujar Trump, seolah menyiratkan bahwa hanya dirinya yang mampu menengahi konflik besar tersebut. Pernyataan ini menjadi bagian dari retorika kampanye Trump yang mulai kembali aktif menjelang pemilu 2024.
Baca Juga: Buntut Kasus Mbah Tupon, Sertifikat Tanah Diblokir BPN dan Nama Notaris Mulai Disorot
Pernyataan Trump ini kembali menuai sorotan karena dianggap meremehkan perjuangan Ukraina dalam mempertahankan kedaulatan mereka sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.
Sementara itu, Zelensky dan pemerintahannya tetap menyuarakan pentingnya dukungan keamanan dari Barat agar Ukraina dapat bertahan dan mencapai solusi yang adil, bukan sekadar damai dengan syarat yang merugikan.