news

Trump Minta Netanyahu Bersikap Baik pada Gaza: Warga Sudah Terlalu Menderita

Sabtu, 26 April 2025 | 11:36 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah mengungkap bahwa dirinya sempat meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menunjukkan belas kasih terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara kepada awak media dalam penerbangan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat (25/4).

Trump mengaku sudah menyampaikan kepada Netanyahu agar bersikap lebih lunak, mengingat kondisi warga Gaza yang disebutnya "sangat menderita" akibat blokade panjang Israel.

Baca Juga: PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza

Trump menekankan bahwa situasi di Gaza telah sampai pada titik krisis kemanusiaan yang memprihatinkan. Ia menyebut kebutuhan mendesak akan obat-obatan dan makanan harus segera dipenuhi.

“Kita harus bersikap baik kepada Gaza. Orang-orang itu benar-benar dalam penderitaan,” ujarnya. Mantan presiden itu juga memastikan bahwa pemerintah AS sedang berupaya mendorong Israel membuka jalur bantuan kemanusiaan.

“Kami sedang mengurusnya,” tambahnya, menjawab pertanyaan wartawan terkait tekanan terhadap Israel agar mengizinkan masuknya bantuan.

Baca Juga: Kenapa Mengupas Bawang Bikin Mata Perih dan Berair? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Pernyataan Trump muncul di tengah laporan memilukan dari Program Pangan Dunia (WFP), yang mengumumkan bahwa stok makanan untuk warga Gaza telah habis. Penutupan perbatasan oleh Israel sejak 2 Maret telah membuat akses kemanusiaan terputus total.

Dalam pernyataannya, WFP menyebut bahwa dapur umum yang sebelumnya memasok seperempat kebutuhan pangan warga kini terancam tutup dalam beberapa hari ke depan, karena tidak lagi memiliki bahan makanan.

Baca Juga: Tersandung Kasus Narkoba, Nasib Fachri Albar di Film ‘Pengabdi Setan 3’ Jadi Tanda Tanya

Tak hanya itu, semua toko roti yang sebelumnya didukung oleh WFP juga terpaksa menutup operasional sejak 31 Maret akibat kekurangan tepung dan bahan bakar. Kelangkaan air bersih, bahan makanan pokok, dan energi menyebabkan warga Gaza harus bertahan hidup dengan cara seadanya.

Banyak yang terpaksa membakar barang-barang yang dikumpulkan dari puing untuk bisa memasak sekali makan. WFP juga melaporkan lonjakan harga pangan hingga 1.400 persen sejak gencatan senjata berakhir, sementara produk-produk penting seperti susu, daging, dan buah tak lagi tersedia.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Naik-Turun, Honda Tetap Gaspol Jaga Harga dan Gairahkan Pasar

WFP memperingatkan bahwa kondisi ini sangat mengancam kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan lansia. Meski lebih dari 116.000 ton bantuan makanan sudah siap dikirim dan cukup untuk memberi makan sejuta orang selama empat bulan, bantuan itu tak akan berguna jika perbatasan tidak segera dibuka kembali.

Halaman:

Tags

Terkini