news

Beberkan Dampak Negatif Tarif Resiprokal Trump, Sri Mulyani Ungkap Sentimen dari Pelaku Usaha Memburuk

Kamis, 24 April 2025 | 16:13 WIB
Beberkan Dampak Negatif Tarif Resiprokal Trump, Sri Mulyani Ungkap Sentimen dari Pelaku Usaha Memburuk (Instagram @realdonaldtrump)

INSIBERNEWS - Sejumlah negara, termasuk Indonesia kni tengah menyoroti kebijakan tarif balasan atau resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan I 2025 dinyatakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati masih terjaga.

Dipastikan Menkeu kondisi Ekonomi RI masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global.

Baca Juga: Harta Kekayaaan Raden Dicky Candranegara Wakil Walikota Tasikmalaya, Sahabat Sule Ini Ternyata....

Hal tersebut dipicu oleh dinamika tarif resiprokal yang diterapkan oleh Trump.

"Ketidakpastian tersebut terutama dipicu oleh dinamika terkait kebijakan tarif dari pemerintah AS dan memunculkan eskalasi perang dagang," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, pada Kamis, 24 April 2025.

Menyoroti kebijakan Trump yang dinilai telah menimbulkan perang tarif dan diperkirakan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Soal Pilpres 2029, Cak Imin Santai: Baru Jadi Menteri Enam Bulan, Kok Udah Ribut-Ribut

Sri Mulyani menyebut, hal tersebut memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global dan ketidakpastian dalam tata kelola perdagangan dan investasi antar negara.

Di sisi lain, ketidakpastian itu membuat aliran modal dunia mengalami pergeseran dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman terutama aset keuangan di Eropa dan Jepang, serta ke komoditas emas.

Adapun, aliran modal keluar terjadi dari negara-negara berkembang sehingga menimbulkan tekanan terhadap pelemahan mata uang di berbagai negara berkembang.

Baca Juga: Istanbul Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo, Warga Panik dan Listrik Padam

"Kebijakan tarif resiprokal oleh AS juga menimbulkan dampak nyata yang secara tidak langsung dalam bentuk rantai pasok," tuturnya.

"Ketidakpastian dalam perdagangan dan investasi, serta memburuknya sentimen dari pelaku usaha terhadap prospek ekonomi," tungkas Sri Mulyani.***

Tags

Terkini