news

RI-AS Sepakat Tuntaskan Negosiasi Dagang Dalam 60 Hari, Fokus ke Investasi dan Mineral Strategis

Sabtu, 19 April 2025 | 07:52 WIB
Menteri Perekonomian, Airlangga Hartanto (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Indonesia dan Amerika Serikat tengah berada di jalur cepat menuju kesepakatan perdagangan yang lebih erat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepahaman penting: perundingan dagang akan dituntaskan dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Airlangga dalam konferensi pers yang digelar dari Washington DC, Jumat (18/4/2025) pagi waktu Indonesia, didampingi oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan tokoh ekonomi senior Mari Elka Pangestu.

Baca Juga: PT BAI Dukung Penuh Program Makan Bergizi Prabowo di Bintan, Siswa dan Guru Rasakan Manfaatnya

"Indonesia dan AS telah menyepakati batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan seluruh proses negosiasi. Framework-nya pun sudah kita sepakati bersama, jadi tinggal masuk ke tahap teknis," ungkap Airlangga.

Ia menekankan pentingnya momen ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah dan menuntut fleksibilitas serta kemitraan yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Mengejutkan! Perut Bocah 3 Tahun di Jember Berisikan Cacing Pita Sebanyak 3 Toples

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa ruang lingkup pembahasan dalam perjanjian ini cukup luas. Beberapa poin utama yang akan menjadi fokus adalah kemitraan dalam perdagangan dan investasi, penguatan kerja sama di sektor mineral strategis yang belakangan kian menjadi sorotan global serta pengembangan rantai pasok yang tahan terhadap gejolak global.

Kesepakatan ini juga dinilai penting untuk mendukung visi Indonesia dalam hilirisasi industri dan transisi energi.

Baca Juga: Pembangunan Tahap II IKN Resmi Dimulai, Rp48,8 Triliun Disiapkan untuk Wujudkan Kota Politik Baru

Di tengah peningkatan kebutuhan dunia terhadap mineral penting seperti nikel, kobalt, dan tembaga, kerja sama dengan negara maju seperti AS membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga bagian penting dari rantai produksi global yang berkelanjutan dan inklusif,” tegas Airlangga.

Baca Juga: 40 Hari Tak Pulang, Bocah 6 Tahun dari Pesanggrahan Masih Dicari Keluarga dan Polisi

Dengan kerangka yang telah disepakati dan semangat kolaboratif dari kedua belah pihak, Indonesia optimis bahwa kesepakatan ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Jika proses negosiasi berjalan sesuai rencana, dalam dua bulan ke depan akan ada landasan hukum dan kebijakan yang jelas untuk mempererat kerja sama ekonomi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan Asia Tenggara ini.

Tags

Terkini