INSIBERNEWS - Insiden tragis terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Sabtu (29/3) malam. Seorang anggota Polsek Sinaboi, Bripka Lestari Candra (39), tewas setelah ditikam di depan tempat karaoke See You, Kompleks BMH, Kecamatan Bangko.
Kejadian ini juga menyebabkan dua warga sipil menjadi korban, yakni Rinto (30) yang meninggal dunia dan Dedi (49) yang mengalami luka berat.
Kronologi Singkat Kejadian
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karbianto, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang menyebabkan dua orang tewas dan satu lainnya mengalami luka serius.
"Betul, peristiwa penganiayaan terjadi. Korban dua orang meninggal dunia, satu lainnya luka berat," ujar Anom Karbianto pada Minggu (30/3).
Bripka Lestari Candra dan Rinto sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Pratomo Bagansiapiapi, namun nyawa mereka tidak tertolong.
Sementara itu, Dedi masih menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk serius di bagian punggung.
Baca Juga: Tragedi Balita 3,5 Tahun di Medan: Tewas Dianiaya Pacar Sang Ibu, Diduga karena Buang Air di Celana
Pelaku Diamankan, Polisi Selidiki Motif
Pelaku penikaman diduga merupakan penjaga tempat karaoke berinisial MK (39). Pihak kepolisian telah mengamankan tersangka dan membawanya ke Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Tersangka sudah diamankan di Polda Riau, saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," tambah Anom.
Hingga kini, kronologi detail serta motif pelaku masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian akan segera merilis informasi lebih lanjut setelah proses penyidikan berjalan.
Baca Juga: Brutal! Pria Tak Dikenal Bacok Tiga Warga di Bandar Lampung, Satu Tewas, Pelaku Ditembak Polisi
Jenazah Korban dan Proses Autopsi
Saat ini, jenazah Bripka Lestari Candra masih dalam proses autopsi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah Rinto telah diserahkan kepada keluarganya setelah pihak keluarga menolak proses autopsi.
Insiden ini menjadi sorotan dan memicu berbagai spekulasi di masyarakat mengenai penyebab utama kejadian. Pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap kronologi secara lengkap agar kasus ini terang benderang.
Kasus ini masih terus dikembangkan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.