news

Aksi Penyerangan Aparat Terhadap Tim Medis pada Demo UU TNI Malang Picu Kecaman

Selasa, 25 Maret 2025 | 13:16 WIB
Tim medis mendapat penyerangan aparat saat berada di area demo UU TN Malang (Akun X @barengwarga)

INSIBERNEWS - Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (24/3/2025) berubah ricuh setelah aparat keamanan melakukan tindakan represif terhadap tim medis, jurnalis, dan pendamping hukum.

Para relawan yang sedang mengevakuasi korban luka dan sesak napas justru menjadi sasaran penyerangan.

Termasuk dorongan, pukulan tongkat, ancaman pembunuhan verbal, dan ujaran kebencian.

Baca Juga: Pelatih Bahrain Nilai Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia Tidak Cerminkan Kemampuan Tim

Dilansir INsibernews dari akun X @barengwarga (25/3/2025), menurut kesaksian Maj, salah satu anggota tim medis di lokasi, aparat merusak posko kesehatan dan menyita perlengkapan medis.

"Kami terpaksa meninggalkan posko karena diacak-acak. Alat medis kami diambil, bahkan kendaraan yang diparkir di depan posko dirobohkan lalu dibawa ke Polresta," ujar Maj.

Tak hanya paramedis, jurnalis yang meliput aksi serta pendamping hukum dari LBH Pos Malang juga mengalami kekerasan.

Baca Juga: Kontroversi Pernyataan Dubes Israel untuk Austria yang Usulkan Hukuman Mati untuk Anak Palestina

Data LBH mencatat puluhan relawan dan wartawan mengalami luka-luka.

Enam demonstran yang sempat ditangkap akhirnya dibebaskan pada hari yang sama

Namun insiden ini memicu pertanyaan serius atas proporsionalitas tindakan aparat.

Baca Juga: Bahrain Sindir Timnas Indonesia: Miliki 300 juta penduduk, tapi datangkan pemain dari Belanda

Aksi represif ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi HAM dan aliansi jurnalis.

Halaman:

Tags

Terkini