INSIBERNEWS - Upaya pemadaman kebakaran hutan di dua prefektur Jepang bagian barat masih berlangsung hingga Senin (24/3), setelah api terus meluas meski petugas telah bekerja sepanjang malam.
Pemerintah setempat pun mengeluarkan perintah evakuasi bagi hampir 2.800 warga yang tinggal di daerah terdampak.
Baca Juga: Sidang Praperadilan Staf Hasto Kristiyanto Ditunda, PN Jaksel Panggil KPK untuk Hadir
Helikopter dari Pasukan Bela Diri (SDF) Darat dikerahkan pada Senin pagi untuk membantu proses pemadaman, menyusul permintaan dari otoritas prefektur Okayama dan Ehime.
Petugas pemadam kebakaran di kedua wilayah tersebut masih berjuang untuk mengendalikan kobaran api yang semakin meluas.
Baca Juga: Yoon Si Yoon Bela Kim Sae Ron, Video Lawas Konferensi Pers Kembali Viral
Kebakaran pertama kali terjadi pada Minggu (23/3) di prefektur Okayama, menghanguskan sekitar 250 hektare lahan di Kota Okayama dan Tamano.
Sementara itu, kebakaran lain yang terjadi di prefektur Ehime telah membakar sekitar 119 hektare hutan di Kota Imabari hingga Senin pagi waktu setempat.
Baca Juga: Sri Mulyani Laporkan Diskon Tarif Listrik 50 Persen Habiskan Dana APBN Rp13,6 Triliun
Meskipun belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka, sejumlah rumah di wilayah Okayama dikonfirmasi mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan situasi, sementara tim pemadam bekerja keras untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Baca Juga: Pemerintah Tunjuk BKI sebagai Holding Operasional Danantara, Saham Sejumlah BUMN Dialihkan
Pihak berwenang juga telah memperingatkan warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan.
Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang diduga turut memperparah penyebaran api.