Sri Mulyani Laporkan Diskon Tarif Listrik 50 Persen Habiskan Dana APBN Rp13,6 Triliun

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 24 Maret 2025 | 14:12 WIB
Ilustrasi Token (Foto : sonora.id)
Ilustrasi Token (Foto : sonora.id)

INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menggelontorkan dana sebesar Rp13,6 triliun untuk mendukung program diskon tarif listrik 50 persen yang berlaku pada Januari dan Februari 2025.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta memastikan inflasi tetap terkendali.

Baca Juga: Pemerintah Tunjuk BKI sebagai Holding Operasional Danantara, Saham Sejumlah BUMN Dialihkan

“Total realisasi sementara anggaran untuk pemberian diskon listrik mencapai Rp13,6 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam unggahan di akun Instagram resminya, Senin (24/3).

Ia juga menjelaskan bahwa insentif ini dinikmati oleh 71,1 juta pelanggan pada Januari, sementara pada Februari jumlahnya mencapai 64,8 juta pelanggan.

Baca Juga: Samsung Galaxy M30: Smartphone Baterai Jumbo dan Layar Super AMOLED yang Wajib Dimiliki!

Dampak dari kebijakan ini cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Diskon tarif listrik berkontribusi pada penurunan inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price), sehingga secara keseluruhan inflasi Indonesia berada pada level yang relatif rendah.

“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Dengan konsumsi yang tetap kuat, diharapkan momentum pertumbuhan ekonomi juga terus terjaga,” tambahnya.

Baca Juga: Viral Konten Rendang Hilang, Willie Salim Dilaporkan ke Polda Sumsel oleh Warga Palembang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Februari 2025, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut bahwa ini merupakan deflasi tahunan pertama sejak Maret 2000.

Salah satu faktor utama penyebab deflasi ini adalah kebijakan diskon listrik 50 persen yang diberikan kepada pelanggan PLN dengan daya listrik 2.200 VA ke bawah.

Baca Juga: Usai Warung Makan di Review Negatif Codeblu, Nyak Kopsah: Warung Jadi Sepi dan Utang Ratusan Juta Ke Bank

Meski terjadi deflasi, Amalia memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama karena komponen inflasi inti masih mencatat pertumbuhan sebesar 2,48 persen yoy.

“Meski ada penurunan harga yang diatur pemerintah, secara keseluruhan konsumsi masyarakat masih stabil,” tutupnya.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X