INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau Indonesia pada 2025.
Menurut prediksi BMKG, kemarau akan berlangsung dengan pola normal.
Meskipun tetap ada potensi risiko kebakaran hutan dan kekeringan di beberapa wilayah.
Baca Juga: Wow! Ternyata Petinggi Bank Miliki Tanggung Jawab Sangat Besar untuk Ekonomi Nasional, Kok Bisa?
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, musim kemarau diperkirakan akan dimulai pada April.
Musim kemarau akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dan mencapai puncaknya antara Juni hingga Agustus.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG pada 13 Maret 2025, tidak ada fenomena iklim global yang dominan seperti El Niño, La Niña, maupun Indian Ocean Dipole (IOD).
Baca Juga: Bandung Gelar Aksi Demo, Ribuan Mahasiswa Tolak RUU TNI di Depan Gedung DPRD Jawa Barat
Sehingga musim kemarau kali ini diperkirakan akan lebih mirip dengan tahun 2024 dan tidak seberat musim kemarau 2023.
Musim kemarau tahun 2023 tercatat sebagai yang terparah sejak 2019 akibat fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan parah serta memperburuk kebakaran hutan, yang berakibat merusaknya hasil panen.
Untuk tahun ini, BMKG memprediksi musim kemarau normal akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca Juga: Ifan Seventeen Siap Mundur dari PFN, tapi Tak Akan Lari dari Tanggung Jawab
Termasuk Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Namun, beberapa wilayah seperti Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan diperkirakan akan mengalami kemarau yang lebih kering.