INSIBERNEWS - Saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang belum rilis data APBN secara resmi.
Namun sejumlah media dan pengamat fiskal sudah memiliki data APBN.
Dikarenakan Kemenkeu sempat mengunggah data APBN tersebut pada situs resmi meski kemudian di-take down.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid 2, Presiden Prabowo Akan Ganti 4 Menteri, Siapa Saja?
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube Hersubeno Point (13/3/2025), Jurnalis Hersubeno Arief mengungkap bahwa Indonesia mengalami defisit APBN pada awal tahun.
Salah satu penyebab APBN mengalami defisit adalah karena adanya pembiayaan untuk Coretax.
“Sebenarnya kita sudah bisa memperkirakan ini akan terjadi defisit semacam ini karena kemarin kan Coretax ini ya aplikasi dari pajak,” ungkap Hersubeno Arief.
Baca Juga: Ifan Seventeen Ditunjuk Jadi Dirut PFN, Karier Baru Usai Gagal di Politik?
“Yang diharapkan itu akan meningkatkan pendapatan pemerintah. Karena aplikasi Coretax ini dibiayai sangat besar lebih dari Rp1 triliun, tapi ternyata malah ngadat,” lanjutnya.
Diketahui bahwa Coretax Administration System (CTAS) sendiri telah diluncurkan oleh DJP pada 1 Januari 2025.
DJP membuat Coretax demi mempermudah wajib pajak dalam urusan perpajakan secara digital dan otomatis.
Baca Juga: Ikut Terseret Skandal! Seo Ye Ji Frustrasi Gegara Dituduh Jadi Selingkuhan Kim Soo Hyun
Namun munculnya Coretax dinilai belum bisa optimal dalam membantu wajib pajak.