INSIBERNEWS - Menteri Perdagangan Selandia Baru, Andrew Bayly, resmi mengundurkan diri setelah terlibat dalam insiden yang ia sendiri gambarkan sebagai tindakan "sombong."
Keputusan ini diumumkan pada Senin (24/2/2025), setelah Bayly diketahui menyentuh lengan atas seorang anggota staf dalam sebuah perdebatan pekan lalu.
Dalam pernyataannya, Bayly mengungkapkan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden itu bukanlah pertengkaran, melainkan sebuah "diskusi yang bersemangat" yang berujung pada tindakan yang dianggap kurang pantas.
"Saya sangat menyesal atas perilaku saya," ujarnya.
Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Makan Bergizi Tetap Berjalan Selama Ramadhan: Ada Kurma, Kolak dan Lainnya
Meskipun melepaskan jabatannya sebagai Menteri Perdagangan, Bayly tetap mempertahankan posisinya sebagai anggota parlemen.
Keputusan mundur ini dianggap sebagai langkah untuk menjaga integritas dan kredibilitas pemerintahan, di tengah meningkatnya tekanan publik terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Heboh Tarik Dana untuk Danantara, Dony Oskaria Tegaskan Tidak Pakai Uang Rakyat!
Ini bukan pertama kalinya Bayly menjadi sorotan karena perilakunya. Pada Oktober tahun lalu, ia menuai kritik setelah menyebut seorang pekerja kilang anggur sebagai "pecundang." Dalam insiden itu, ia bahkan membentuk huruf "L" dengan jarinya di dahi, sebuah gestur yang kerap digunakan untuk mengejek seseorang.
Selain itu, ia juga diduga melontarkan kata-kata kasar dalam interaksi tersebut. Setelah mendapat kecaman luas, Bayly akhirnya meminta maaf secara terbuka.
Baca Juga: Wow! Gaji Fresh Graduate di Singapura Naik, Kini Tembus Rp55 Juta per Bulan
Pengunduran diri ini semakin menambah daftar pejabat publik yang harus melepas jabatannya akibat kontroversi perilaku.
Banyak pihak menilai bahwa standar etika di lingkungan pemerintahan harus dijaga dengan ketat, terutama dalam interaksi dengan staf dan masyarakat.