INSIBERNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melontarkan kritik keras kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut Zulhas, BRIN lebih sering sibuk meneliti isu moderasi beragama daripada berfokus pada pengembangan bibit unggul untuk pertanian.
“Kita butuh bibit padi, jagung, sawit, kedelai, bukan penelitian nasab. Jadi begitu tertinggal,” ujar Zulhas dengan nada kesal.
Ia juga menyebut kurangnya inovasi di sektor pertanian membuat Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Zulhas menilai bahwa kurangnya pengembangan bibit unggul berdampak langsung pada merosotnya produksi beras nasional.
Visi Besar Prabowo untuk Swasembada Pangan
Dalam visinya, Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama. Ia berkomitmen untuk membawa Indonesia menuju ketahanan pangan melalui inovasi, investasi, dan reformasi kebijakan.
Berikut adalah langkah konkret yang digagas Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan:
- Modernisasi Infrastruktur Pertanian
Prabowo berencana membangun jaringan irigasi, embung, dan akses jalan ke lahan pertanian. Infrastruktur yang terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para petani. - Akses Teknologi Modern
Petani akan diberikan akses mudah terhadap alat mesin pertanian (alsintan) dan bibit unggul untuk menunjang hasil panen yang lebih maksimal. - Perlindungan Petani
Prabowo menjamin perlindungan petani melalui subsidi pupuk, stabilisasi harga, dan penyediaan asuransi pertanian. Ia juga berkomitmen mereformasi kebijakan agraria agar petani kecil memiliki akses lahan yang lebih adil. - Diversifikasi Pangan
Selain beras, sumber pangan lokal seperti sagu, jagung, ubi kayu, dan sorgum akan didorong sebagai alternatif. Langkah ini sekaligus melestarikan tradisi pangan lokal yang kaya gizi. - Investasi Riset dan Teknologi
Penelitian untuk menciptakan bibit unggul dan teknologi ramah lingkungan menjadi prioritas. Pemerintahannya juga berencana memanfaatkan teknologi digital, seperti drone dan aplikasi berbasis data, untuk memantau hasil panen dan distribusi pangan secara efisien.
Kritik yang Menohok dan Tantangan untuk BRIN
Kritik Zulhas terhadap BRIN mencerminkan keresahan terhadap sektor pertanian Indonesia yang membutuhkan perhatian lebih. Di sisi lain, visi besar Prabowo memberikan harapan baru untuk membawa Indonesia menuju swasembada pangan.
Namun, tantangan utama terletak pada eksekusi kebijakan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat petani menjadi kunci keberhasilan. Akankah visi ini terwujud? Waktu yang akan menjawab!
Artikel Terkait
Ingin Lihat Bagaimana Alam Semesta Akan Berakhir? Cek Prediksi Menarik Ini!
Mau Keliling Dunia Tanpa Tinggalkan Rumah? Coba Game Seru Ini untuk memuaskan rasa ingin tahu kamu!
Serunya Berkreasi di Draw a Stickman: Petualangan Dimulai dari Coretan buat kamu yang ingin menambah Kreativitasmu!
Ingin Eksperimen Musik Sendiri? Bikin Beat Keren Hanya Dengan Mengetik! Coba Type Drummer Sekarang!
9 Situs Seru yang Menggabungkan Belajar dan Bermain, Cocok Buat Semua Usia!
Pernah Penasaran Seberapa Besar Alam Semesta? Jelajahi Dari Atom hingga Galaksi! Tips untuk anak yang ingin belajar mengenai dunia
Wow! Jatiluwih dan Wukirsari Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia 2024, Indonesia Bangga!
Bangga! 7 Tahun Berturut-turut! Indonesia Kembali Raih Predikat Negara Paling Dermawan
Vietnam Jadi Raja Baru Pasar Durian Global, Raup Rp53,8 Triliun di 2024! Indonesia Tertinggal Jauh, Apa Penyebabnya?
Pemerintah Jepang Tawarkan Rp504 Juta untuk Tinggal di Desa, Dapat Rumah Tradisional di Jepang, Begini Peluang Hidup Nyaman di Pedesaan Negeri Sakura