INSIBERNEWS - Iran, salah satu negara dengan cadangan minyak dan gas terbesar di dunia, kini tengah menghadapi krisis energi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakatnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, kekurangan bahan bakar untuk pembangkit listrik memaksa pemerintah mengambil langkah penghematan energi yang drastis.
Baca Juga: Sambut Nataru, Kantor SAR Bandung Siap Laksanakan Siaga SAR, Berikut Ini Daftar Lokasinya
Langkah ini mencakup penutupan sekolah dan kantor pemerintahan di sejumlah wilayah serta pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Senin (16/12/2024) menyoroti pola konsumsi energi yang dinilai sangat boros.
Baca Juga: Program Sekolah Penggerak, Disdik Dukung Giat Panen Karya 2024 SMP Negeri 3 Purwakarta
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan listrik dan gas di Iran bahkan jauh melampaui standar negara-negara Eropa.
“Konsumsi energi kita dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan dengan negara-negara Eropa,” ujar Pezeshkian, seraya mengkritik pola hidup masyarakat yang dinilai kurang efisien dalam menggunakan energi.
Ironisnya, meskipun Iran memiliki salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia, negara ini kini terjebak dalam krisis listrik akibat pasokan gas dan bahan bakar yang tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.
Suhu dingin yang melanda hampir seluruh wilayah Iran semakin memperburuk situasi, karena tingginya penggunaan pemanas rumah tangga oleh masyarakat.
Sebagai upaya penghematan, Pezeshkian mengimbau warga untuk beradaptasi dengan kondisi ini, termasuk mengenakan pakaian hangat di rumah sebagai pengganti pemanas listrik.
Namun, bagi banyak warga, solusi ini dianggap tidak memadai, mengingat musim dingin tahun ini termasuk salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Kapolri Bakal Perbanyak Polwan untuk Tangani Kasus Perempuan dan Anak
Kabar WWE, Triple H Jelaskan Perbedaan Paling Mencolok John Cena dan Roman Reigns
Polisi Menggelar Rekontruksi Pembunuhan Wanita Warga Sleman di Gelar di Dua Lokasi Berbeda
Dwi Ayu Ceritakan Kronologi Penganiayaan Terhadapnya Yang Dilakukan Anak Bos Restoran Roti di Jakarta Timur
Tak Perlu Khawatir Selama Nataru, Layanan Keuangan Bakal Dioptimalkan BRI Melalui 1 Juta AgenBRILink
Fuji Diduga Bikin Konten Parodikan Agus Salim, Farhat Abbas Kemungkinan Akan Laporkan Adik Fadly Faisal
Sebelum Viral, Dwi Ayu Korban Kekerasan Anak Bos Roti Sempat Ditolak 2 Polsek Dan Dikirim Pengacara Dari Pelaku
Mengintip Serunya BRI CoreLab di UIN Raden Fatah Palembang, CEO Promedia Ungkap Perjalanan 17 Tahun Kariernya Jadi Jurnalis!
Program Sekolah Penggerak, Disdik Dukung Giat Panen Karya 2024 SMP Negeri 3 Purwakarta
Sambut Nataru, Kantor SAR Bandung Siap Laksanakan Siaga SAR, Berikut Ini Daftar Lokasinya