Siaga Megathrust! Mitigasi Gempa Jika Berada di Daerah Pesisir dan Tidak Ada Sinyal

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:06 WIB
Mitigasi gempa Megathrust yang berpotensi tsunami untuk daerah pesisir (Unsplash)
Mitigasi gempa Megathrust yang berpotensi tsunami untuk daerah pesisir (Unsplash)

INSIBERNEWS - Gempa Megathrust memiliki skala besar dan mengakibatkan adanya potensi tsunami untuk wilayah di pesisir.

Jadi bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, wajib mengetahui bagaimana mitigasi bencana gempa Megathrust yang harus dilakukan.

Mitigasi gempa Megathrust untuk wilayah pesisi dan berpotensi tsunami ini bisa dilakukan bahkan jika tidak ada sinyal internet.

Baca Juga: Mengubah Ruangan Kosong Jadi Taman Minimalis yang Menawan? Begini Caranya!

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa adalah berlindung di bawah benda yang koko misalnya meja.

Jika berada di luar ruangan maka harus menghindari pohon ataupun bangunan agar terhindar dari timpaan.

Karena sesungguhnya gempa tidak menimbulkan korban jiwa, yang menimbulkan korban jiwa justru bangunan yang runtuh.

Baca Juga: Intip! Harga Tiket Konser Kim Jaejoong Di Indonesia 2024

Dilansir InsiberNews dari akun Twitter @katazaki (27/8/2024), yang perlu dilakukan setelah gempa berhenti adalah keluar dari tempat persembunyian yang aman.

Kemudian ambil ponsel dan dapatkan informasi gempa dan peringatan tsunami hanya dari lembaga resmi.

Warga daerah pesisi juga harus memperhatikan terhadap adanya bunyi sirine peringatan dini tsunami yang merupakan arahan evakuasi. Hal tersebut harus dilakukan dengan tenang dan tanpa kepanikan.

Baca Juga: Waspada! Blind Spot pada Mobil Besar: Pentingnya Kesadaran dan Tindakan Pencegahan

Jika tidak terdapat sinyal, listrik, ataupun tidak ada sirene peringatan maka bisa melakukan metode 20-20-20.

Yang artinya jika merasakan gempa selama atau lebih dari 20 detik, segeralah evakuasi ke tempat tinggi minimal 20 meter dalam waktu evakuasi maksimum 20 menit untuk tiba di lokasi.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X