INSIBERNEWS - Gempa Megathrust memiliki skala besar dan mengakibatkan adanya potensi tsunami untuk wilayah di pesisir.
Jadi bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, wajib mengetahui bagaimana mitigasi bencana gempa Megathrust yang harus dilakukan.
Mitigasi gempa Megathrust untuk wilayah pesisi dan berpotensi tsunami ini bisa dilakukan bahkan jika tidak ada sinyal internet.
Baca Juga: Mengubah Ruangan Kosong Jadi Taman Minimalis yang Menawan? Begini Caranya!
Hal pertama yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa adalah berlindung di bawah benda yang koko misalnya meja.
Jika berada di luar ruangan maka harus menghindari pohon ataupun bangunan agar terhindar dari timpaan.
Karena sesungguhnya gempa tidak menimbulkan korban jiwa, yang menimbulkan korban jiwa justru bangunan yang runtuh.
Baca Juga: Intip! Harga Tiket Konser Kim Jaejoong Di Indonesia 2024
Dilansir InsiberNews dari akun Twitter @katazaki (27/8/2024), yang perlu dilakukan setelah gempa berhenti adalah keluar dari tempat persembunyian yang aman.
Kemudian ambil ponsel dan dapatkan informasi gempa dan peringatan tsunami hanya dari lembaga resmi.
Warga daerah pesisi juga harus memperhatikan terhadap adanya bunyi sirine peringatan dini tsunami yang merupakan arahan evakuasi. Hal tersebut harus dilakukan dengan tenang dan tanpa kepanikan.
Baca Juga: Waspada! Blind Spot pada Mobil Besar: Pentingnya Kesadaran dan Tindakan Pencegahan
Jika tidak terdapat sinyal, listrik, ataupun tidak ada sirene peringatan maka bisa melakukan metode 20-20-20.
Yang artinya jika merasakan gempa selama atau lebih dari 20 detik, segeralah evakuasi ke tempat tinggi minimal 20 meter dalam waktu evakuasi maksimum 20 menit untuk tiba di lokasi.
Artikel Terkait
Jangan Panik! Pdf Mitigasi Gempa Megathrust Kini Tersedia Demi Minimalisir Bencana
Dampak Potensial dari Gempa Megathrust: Mengantisipasi Bahaya dan Meningkatkan Kesadaran
Efek Gempa Jogja 26 Agustus 2024, Sejumlah Genting di Pasar Prambanan Hancur Berjatuhan
Fakta-Fakta Gempa Yogyakarta yang Terjadi Tadi Malam, Penyebabnya dari Lempeng Megathrust!
BMKG Sebut Gempa Gunung Kidul Berasal dari Zona Megathrust