INSIBERNEWS - Korea Selatan atau biasa dikenal juga sebagai Negri Ginseng ini terancam akan kehilangan generasi muda.
Jumlah angka kelahiran yang semakin menurun di Korea Selatan, membuat 3.855 sekolah ditutup.
Diketahui pada tahun 1990 ada sekitar 10 juta anak sekolah di Korea Selatan. Kemudian, pada tahun 2023 hanya ada 5,2 juta anak sekolah.
Baca Juga: Ayo Ikutan! Pos Bloc Jakarta Gelar Lomba Tidur Dalam Rangka Rayakan HUT RI
Bahkan, salah satu sekolah yang berlokasi ditengah pemukiman penduduk di Seoul ditutup karena kehabisan murid.
Menurut data menteri pendidikan disana, 140 sekolah di Korea Selatan hanya memiliki 1 anak baru.
Adapula 45 Sekolah yang memiliki lebih banyak guru dibandingkan murid yang bersekolah. Begitu juga dengan semakin dikitnya minat untuk menjadi guru.
Baca Juga: Terungkap! FIFTY FIFTY Akhirnya Kenalkan Anggota Barunya
190 TK juga tutup di Korea Selatan, banyak TK swasta yang tutup karena tidak ada yang mendaftar sehingga tidak ada keuntungan yang didapat.
Hal ini berhubungan dengan rendahnya jumlah bayi yang lahir di Korea Selatan. Pada tahun 2016 ada 406 ribu bayi lahir, dan tahun 2022 hanya ada 254 ribu bayi lahir.
Birth rate menurun dari 1.17 menjadi 0.7, terendah sepanjang sejarah Korea Selatan. Statistik pernikahan juga rendah.
Baca Juga: Ada Dugaan Teror Taylor Swift Batal Konser di Austria, 2 Simpatisan ISIS Ditangkap
Bahkan telah dianggap menyentuh zona merah menurut pemerintah disana.
Hanya ada 4 dari 1000 orang yang menikah di Korea Selatan, paling rendah sejak tahun 1970.
Artikel Terkait
Irene Red Velvet Tetap Tampil Awet Mudah Meski Telah 10 Tahun Berkarir
Bikin Kangen! Yuk Nostalgia Dengan Jajanan Jadul Ini
Diikuti Kakak Perempuan JHope BTS, Ini Acara Baru Netflix 'The Influencer'
Ayo Ikutan! Pos Bloc Jakarta Gelar Lomba Tidur Dalam Rangka Rayakan HUT RI