Pengusaha Boy Thohir Pulangkan Rp12,6 Triliun dari Australia ke Indonesia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 5 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Pengusaha Boy Thohir Pulangkan Rp12,6 Triliun dari Australia ke Indonesia (Istimewa)
Pengusaha Boy Thohir Pulangkan Rp12,6 Triliun dari Australia ke Indonesia (Istimewa)

INSIBERNEWS - Menyoroti sosok pengusaha nasional Garibaldi Thohir alias Boy Thohir yang diketahui berhasil membawa ‘pulang’ modal investasi di Australia ke Indonesia.

Grup usaha yang dipimpinn, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI),  melepas kepemilikan di Kestrel Coal Group dengan nilai transaksi sekitar US$700 juta setelah pajak atau setara kurang lebih Rp12,6 triliun pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain untuk menjadi tambahan kas perusahaan, dan hasil divestasi itu juga akan digunakan oleh Grup Adaro untuk pengembangan bisnis di Indonesia, pembayaran dividen, serta pelunasan sebagian pinjaman grup.

Baca Juga: Kepala Rutan Depok Bicara soal Video Viral Dugaan Narkoba, 2 Petugas Diperiksa

Keputusan untuk menarik modal dari Australia dan mengembalikannya ke Tanah Air juga memiliki latar belakang yang lebih personal bagi Boy Thohir, yakni saat era pandemi Covid-19.

Boy Thohir sempat berjuang menghadapi masa kritis ketika terpapar Covid-19 pada 2020 lalu dan harus menjalani perawatan selama 11 hari di ICU.

Saat itu, ia kembali mengingat pesan dari sang ayah, Teddy Thohir untuk menjaga keluarga besar. Pengalaman itu kemudian turut membentuk cara pandangnya terhadap tanggung jawab sebagai pengusaha, termasuk terhadap keberlangsungan bisnis dan para pekerjanya.

Baca Juga: Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan 16 Pegawai Kena Sanksi

“Amanat ayah Teddy Thohir itu jaga 8 anak keluarga besar dan selesaikan Masjid At-Thohir,” ujar Boy Thohir di Kuningan CBD, Jakarta pada Rabu, 30 September 2026.

Ketika pandemi menekan dunia usaha dan gelombang pemutusan hubungan kerja mulai terjadi, Boy memilih mempertahankan karyawan.

Menurutnya, beban krisis seharusnya tidak hanya ditanggung oleh pekerja, terutama ketika perusahaan masih memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan pekerjaan.

Baca Juga: Pramono Anung Ungkap Gebrakan Transjakarta: Bakal Kelola Transportasi Udara

Sebagai pengusaha, ia merasa berat dengan kondisi saat itu dan memikirkan nasib karyawannya jika opsi PHK dilakukan, sehingga memutuskan untuk melakukan pengurangan penghasilan agar ditanggung bersama.

Hasilnya, pada 2022, saat harga batu bara kembali melonjak, kinerja Adaro pun ikut kembali ke trafik positif hingga melesat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X