INSIBERNEWS - Hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, memanas setelah perbedaan tajam terkait konflik Iran.
Perseteruan ini bermula ketika Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik sikap keras Amerika Serikat terhadap Iran.
Ia menilai ancaman yang diarahkan kepada rakyat Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan, baik secara hukum internasional maupun moral.
Baca Juga: Na Daehoon Buka Suara, Ungkap Anak-Anak Tak Pernah Menanyakan Jule Usai Bercerai
Dalam pernyataannya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ancaman terhadap seluruh rakyat Iran merupakan tindakan yang melampaui batas.
Ia menyoroti bahwa konflik bukan hanya persoalan politik atau hukum internasional, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat luas, bukan sekadar kepentingan geopolitik.
Lebih jauh, Paus juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah tidak pernah memberikan solusi nyata. Sebaliknya, hal tersebut justru memperparah krisis global, termasuk gangguan ekonomi dan energi.
Menanggapi kritik tersebut, Donald Trump melontarkan pernyataan keras melalui media sosialnya. Ia menyebut tidak membutuhkan seorang Paus yang menentang kebijakan pemerintahannya.
Baca Juga: Negosiasi Damai Berujung Buntu! Iran Disebut Tolak Tawaran Terakhir AS
Trump juga menegaskan bahwa langkah-langkah yang ia ambil, termasuk sikap tegas terhadap Iran, merupakan bagian dari mandat rakyat yang memilihnya sebagai presiden.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengkritik sikap Paus yang dianggap terlalu mencampuri urusan politik dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ia meminta agar pemimpin Vatikan tersebut fokus pada peran keagamaan, bukan menjadi figur politik.
Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran. Ia mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Amerika Serikat dalam batas waktu tertentu.
Baca Juga: WNA Italia Diduga Aniaya Warga Denpasar Gegara Kesal dengan Suara Orang Memasak
Ancaman tersebut memicu kecaman luas, termasuk dari Paus Leo XIV yang melihatnya sebagai potensi pelanggaran moral dan hukum internasional.
Artikel Terkait
WNA Italia Diduga Aniaya Warga Denpasar Gegara Kesal dengan Suara Orang Memasak
Wacana War Ticket Haji Dikritik, Cak Imin Ingatkan Nasib Jemaah Antrean
Na Daehoon Buka Suara, Ungkap Anak-Anak Tak Pernah Menanyakan Jule Usai Bercerai
Iran Siaga di Selat Hormuz, Kapal Perang Asing yang Lewat Terancam Diserang
Negosiasi Damai Berujung Buntu! Iran Disebut Tolak Tawaran Terakhir AS