Menko Airlangga Ungkap Kesepakatan Dagang RI–AS Segera Diteken Bulan Ini, Sawit hingga Kakao Bebas Tarif Khusus

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 12 Februari 2026 | 06:30 WIB
Menko Airlangga Ungkap Kesepakatan Dagang RI–AS Segera Diteken Bulan Ini (Istimewa)
Menko Airlangga Ungkap Kesepakatan Dagang RI–AS Segera Diteken Bulan Ini (Istimewa)

INSIBERNEWS — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2) siang.

Usai rapat tersebut, Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berencana menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) pada bulan ini.

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Airlangga dalam konferensi pers seusai rapat.

Baca Juga: Survei Catat 72 Persen Warga Puas Program MBG, BGN: Bukti Kepercayaan Publik Terhadap Kepemimpinan Presiden

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menyampaikan bahwa perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan AS terus dilaporkan secara berkala kepada Prabowo.

“Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.

Penandatanganan ART merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sejak tahun lalu.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Jadi Strategi Preventif Pemerintah Tekan Penyakit Kronis dan Perkuat BPJS Kesehatan

Sebelumnya diketahui pada 22 Juli 2025, AS dan Indonesia menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART yang menyebutkan bahwa AS akan memangkas tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen untuk produk asal Indonesia.

Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan ART.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kepastian AS untuk menghapus tarif impor khusus pada komoditas seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao. Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif yang menghambat kerja sama antara kedua negara melalui deregulasi kebijakan.

Baca Juga: 1.824 Orang Terancam Dicoret, Menkes Tertibkan Orang Kaya Peserta BPJS PBI: Bayar 42 Ribu Masa Tak Bisa?

Namun, Airlangga mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menunggu draf akhir kesepakatan tersebut.

“Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X