Rampungkan 6 Jembatan di Aceh Pascabencana, Pemerintah Percepat Pembangunan 12 Lainnya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:16 WIB
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh Pascabencana dan Percepat Pembangunan 12 Lainnya (Istimewa )
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh Pascabencana dan Percepat Pembangunan 12 Lainnya (Istimewa )

INSIBERNEWS - Pascabencana banjir dan longsor, sebanyak enam jembatan bailey di Provinsi Aceh sudah rampung 100 persen hingga Sabtu (27/12). Rinciannya, lima titik di Kabupaten Bireuen dan satu titik di Kabupaten Bener Meriah.

Lima jembatan di Bireuen yakni Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon. Lalu, Jembatan Teupin Reudeup menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.

Berikutnya, Jembatan Jeumpa/Cot Bada menghubungkan ruas jalan Peudada yang menembus ke Bireun. Selanjutnya, Jembatan Matang Bangka menghubungkan jalan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh.

Baca Juga: Guru Besar Trisakti Ingatkan Bahaya Simbol GAM, Perdamaian Aceh Dinilai Tak Boleh Diuji

Terakhir, Jembatan Kutablang sudah menunjukkan proges signifikan 98 persen, menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.

Sementara itu, di Bener Meriah titik yang sudah rampung 100 persen adalah Jembatan Weh Pase. Jembatan ini menghubungkan ruas jalan Aceh Utara-Bener Meriah.

Bersamaan dengan itu, masih ada pembangunan 12 jembatan bailey lainnya yang terus dikebut pemerintah demi membuka akses darat di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Kompak Bergerak di Daerah Terdampak Bencana, Pemerintah Ucapkan Terima Kasih kepada Dokter dan Relawan

Kedua belas titik tersebut adalah Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), Jeurata (Aceh Tengah), dan Wehni Rongka (Bener Meriah).

Lalu, Jembatan Timang Gajah (Bener Meriah), Box Culvert Lampahan (Bener Meriah), Jamur Ujung (Bener Meriah), Titi Merah (Aceh Tengah), Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemulihan sektor darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang sempat terputus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan percepatan pembukaan akses darat sangat krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik. 

Baca Juga: Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada di Akhir Pekan

Dengan terbukanya aksesibilitas transportasi pada penghujung tahun, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pada awal 2026 dapat berjalan lebih cepat dan signifikan. 

“Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (23/12).

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X