Bendungan Ciawi dan Sukamahi Terbukti Efektif Reduksi Banjir Jakarta hingga 27 Persen

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 19 Desember 2025 | 14:50 WIB
Bendungan Ciawi dan Sukamahi Terbukti Efektif Reduksi Banjir Jakarta hingga 27 Persen (Istimewa )
Bendungan Ciawi dan Sukamahi Terbukti Efektif Reduksi Banjir Jakarta hingga 27 Persen (Istimewa )

INSIBERNEWS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki peran strategis dalam menekan risiko banjir di wilayah Jakarta. Efektivitas kedua bendungan tersebut kembali terbukti saat banjir yang melanda Jakarta pada Maret 2025.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Kementerian PU, David Partonggo Oloan Marpaung, menyampaikan bahwa keberadaan dua bendungan itu mampu mereduksi potensi banjir secara signifikan.

“Pada peristiwa banjir Maret 2025, Bendungan Ciawi dan Sukamahi terbukti efektif menurunkan debit banjir yang mengalir ke Jakarta,” ujar David saat pemaparan di Bendungan Ciawi, Bogor, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: Mensesneg Beberkan Fokus Prabowo di Sumbar: Agam, Padang Pariaman, Jembatan Lembah Anai untuk Pastikan Pemulihan

Reduksi Banjir Capai 27 Persen

David menjelaskan, total penurunan debit banjir yang berhasil dikendalikan oleh kedua bendungan tersebut mencapai sekitar 27 persen. Kontribusi terbesar berasal dari Bendungan Ciawi, sementara Bendungan Sukamahi melengkapi fungsi pengendalian dari hulu Sungai Ciliwung.

“Bendungan Ciawi mampu mereduksi banjir hingga 20,87 persen, sedangkan Bendungan Sukamahi berkontribusi sekitar 7,04 persen,” jelasnya.

Mampu Menahan Debit Air Besar
Lebih lanjut, David memaparkan bahwa kedua bendungan kering itu dirancang untuk menahan lonjakan debit air saat curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Pada Bendungan Ciawi, debit air yang semula berpotensi mengalir sebesar 267,17 meter kubik per detik berhasil ditekan menjadi 211,41 meter kubik per detik. Sementara itu, Bendungan Sukamahi menahan aliran air dari 7,1 meter kubik per detik menjadi hanya 6,6 meter kubik per detik.

Baca Juga: Percepat Evakuasi Korban Bencana Sumatera, BRIN Turunkan Drone Pendeteksi Jenazah

“Tanpa Bendungan Sukamahi, debit air sebesar 7,1 meter kubik per detik akan langsung masuk ke Sungai Ciliwung. Namun dengan bendungan ini, aliran air dapat ditahan dan dikendalikan,” ungkap David.

Bendungan Kering dengan Fungsi Khusus
David menegaskan, Bendungan Ciawi dan Sukamahi memiliki karakteristik berbeda dibandingkan bendungan pada umumnya di Indonesia. Keduanya merupakan bendungan kering atau dry dam, yang secara khusus difungsikan untuk menahan air hanya saat terjadi peningkatan debit ekstrem.

“Bendungan ini memang tidak selalu terisi air. Fungsinya bekerja optimal ketika debit air melebihi kapasitas normal, sehingga banjir dari hulu dapat dikendalikan,” katanya.

Baca Juga: Sosok Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Ton

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X