INSIBERNEWS - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kebingungan publik setelah menampilkan sebuah truk terbakar di Aceh dan mengklaim bahwa kendaraan tersebut merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar. Truk yang dibakar itu ternyata adalah milik Satpol PP Aceh Utara yang sedang mengangkut bantuan untuk warga terdampak banjir.
Kronologi Kejadian
Insiden pembakaran truk terjadi pada 10 Desember 2025. Ketika itu, kendaraan pengangkut logistik bantuan tersebut mengalami kendala di jalur berlumpur hingga terperosok dan terpisah dari rombongan utama.
Kondisi medan yang sulit membuat truk tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Di tengah situasi tersebut, sekelompok warga yang merasa frustrasi karena belum menerima bantuan memaksa mengambil logistik yang dibawa. Situasi semakin tidak terkendali hingga akhirnya truk tersebut dibakar.
Penjelasan Resmi Satpol PP Aceh Utara
Pihak Satpol PP Aceh Utara membenarkan kejadian tersebut. Mereka menjelaskan bahwa insiden berawal dari kesalahan rute distribusi, membuat kendaraan terjebak dan tidak bisa bergerak. Kondisi ini memperlambat pengiriman bantuan ke beberapa titik yang terdampak banjir parah.
BNPB Tegaskan Tidak Terlibat
Menanggapi maraknya informasi yang salah, BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menegaskan bahwa tidak ada satu pun kendaraan BNPB yang terlibat dalam peristiwa itu.
BNPB memastikan bahwa operasional mereka tetap berjalan normal dan fokus pada penanganan tanggap darurat.
Upaya Penanganan Banjir Terus Diperkuat
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak banjir, khususnya di Aceh Utara. Upaya penanganan mencakup:
- distribusi bantuan logistik,
- pembukaan akses menuju daerah yang masih terisolasi,
- serta penanganan darurat terhadap warga yang terdampak.
Imbauan Pemerintah kepada Masyarakat
Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga situasi kondusif. Stabilitas di lapangan sangat dibutuhkan agar proses distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Laga Hidup-Mati Timnas U-22, Indonesia Wajib Menang Besar atas Myanmar demi Jaga Tiket Semifinal
Ammar Zoni Akhirnya Lihat Anak-Anaknya Lewat Video, Irish Bella Dinilai Kooperatif Jaga Hubungan Baik
Misteri Kematian 4 Orang di Dalam Mobil di Tol Tegal, Polisi Telusuri Penyebabnya
Akses Terputus, Warga Bener Meriah Terpaksa Jalan Kaki Berjam-jam Demi Beras dan BBM
Duka Pascabanjir: Rumah Terkubur Lumpur, BNPB Ungkap Korban Meninggal Capai 990 Jiwa dan 222 Hilang