Lukisan Kesayangan Hilang, Sri Mulyani Sesalkan Aksi Penjarahan Brutal

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 3 September 2025 | 08:55 WIB
Sri Mulyani kehilangan lukisan penuh kenangan usai rumahnya dijarah.  (@smindrawati)
Sri Mulyani kehilangan lukisan penuh kenangan usai rumahnya dijarah. (@smindrawati)



INSIBERNEWSMenteri Keuangan Sri Mulyani mengaku kehilangan salah satu barang kesayangannya ketika rumah pribadinya dijarah sekelompok orang tak dikenal pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Barang yang hilang tersebut bukan benda biasa, melainkan sebuah lukisan bunga berukuran besar yang memiliki nilai emosional tinggi.

Lukisan itu dilukis sendiri oleh Sri Mulyani 17 tahun silam, sehingga keberadaannya sangat istimewa bagi dirinya dan keluarganya.

Baca Juga: Kondisi Pasca Demo Mulai Normal, Prabowo Apresiasi Rakyat dan Aparat

Melalui akun Instagram resminya, Sri Mulyani membagikan foto sosok pria yang diduga kuat sebagai pelaku penjarahan.

Dalam unggahannya, terlihat seorang pria berjaket merah dan mengenakan helm hitam memanggul lukisan besar di bahunya saat keluar dari kediaman pribadi Sri Mulyani.

"Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul Lukisan cat minyak bunga diatas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya," tulis Sri Mulyani, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku, Simak Waktu dan Lokasinya!

Menurutnya, bagi penjarah, lukisan itu mungkin hanya dipandang sebagai barang bernilai materi yang bisa diperjualbelikan.

Namun bagi dirinya, karya tersebut memiliki arti lebih dalam, karena menyimpan banyak kenangan berharga.

Lukisan itu menjadi saksi perjalanan hidupnya sekaligus tumbuh kembang anak-anaknya.

Baca Juga: Hobi Makan Mi Instan Mentah? Waspada, Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Nyawa

Sri Mulyani menekankan bahwa lukisan bunga tersebut bukan hanya sekadar karya seni, tetapi simbol dari perenungan, kontemplasi, dan ruang personal yang penuh makna.

Kehilangannya, kata dia, seolah menggambarkan lenyapnya rasa aman, kepastian hukum, hingga nilai kemanusiaan yang adil dan beradab di Tanah Air.

Ia juga menyoroti bagaimana penjarahan yang terjadi berlangsung seperti sebuah pesta. Pelaku bahkan terlihat santai mengakui barang hasil jarahan saat diwawancarai media, dan pernyataannya kemudian tersebar luas hingga viral di media sosial.

Baca Juga: Jungkook BTS Ungkap Alami ADHD, Fans Beri Dukungan Penuh

"Bagi penjarah rumah dan barang-barang tersebut hanyalah sekedar target operasi. Liputan penjarahan dimuat di media sosial dan diviralkan secara sensasional," ungkapnya.

Sri Mulyani menilai peristiwa ini menjadi cerminan lunturnya nilai kemanusiaan. Ia menggambarkannya sebagai situasi di mana hukum, akal sehat, serta kepantasan runtuh, digantikan oleh tindakan yang mengabaikan rasa luka dan martabat korban.

Tak hanya soal kehilangan barang pribadi, ia juga menyinggung tragedi kerusuhan yang terjadi bersamaan dengan aksi penjarahan tersebut.

Baca Juga: Tragis! Karena Dendam, Dua Pelajar SMP di Pesawaran Nekat Habisi Nyawa Pemilik Salon hingga 78 Tusukan

Peristiwa itu menelan korban jiwa, di antaranya Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, dan Sarinawati. Menurutnya, kehilangan nyawa manusia jauh lebih memilukan dibanding hilangnya harta benda.

Sri Mulyani menegaskan, dalam kerusuhan tidak pernah ada pemenang. Yang tersisa hanyalah duka, kerugian besar, serta runtuhnya harapan bangsa dalam menjaga persatuan dan nilai kemanusiaan.

"Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama," pungkasnya.

Baca Juga: Menkeu RI Sri Mulyani Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik di 2026

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X