INSIBERNEWS - Proses evakuasi pendaki WNA Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani banyak menarik atensi dari publik.
Banyak kritikan sempat diterima oleh Basarnas karena dinilai lamban dalam proses evakuasi.
Saat konferensi pers, Basarnas menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa menggunakan media udara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Baca Juga: BRI Dorong Sektor Produksi Melalui Penyaluran KUR Rp69,8 triliun ke 8,3 Juta Debitur UMKM
Dalam konferensi pers itu juga dijabarkan bahwa Basarnas dan pihak keluarga Juliana telah menjalin komunikasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan bahwa mereka difasilitasi oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Brasil untuk bisa memberikan penjelasan langsung kepada keluarga.
“Difasilitasi oleh pihak embassy atau kedutaan, kita sampaikan mulai dari kegiatan yang dilaksanakan kemudian kita presentasikan tahapan-tahapan kegiatan, sebagai tanggapan moral dari pemerintahan terhadap korban warga negara asing tersebut,” ujar Syafii saat konferensi pers, dikutip dari unggahan SAR Mataram pada Jumat, 27 Juni 2025.
Syafii kemudian mengungkapkan bahwa keluarga memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.
Baca Juga: Mulai Dari Al Ghazali Hingga Amanda Rawles, Kue Pernikahan Ala Italia Jadi Pilihan Masa Kini!
Ia juga menambahkan bahwa keluarga menerima dengan hasil akhir evakuasi tim SAR.
“Dari pihak keluarga Alhamdulillah, yang pertama menyampaikan apresiasi apa yang sudah dilakukan kita dan operasi yang kita laksanakan,” ujarnya.
“Pihak keluarga bisa sangat menerima situasi dan kondisi yang dihadapi karena memang mungkin tidak selamanya sama dari apa yang diperkirakan oleh masyarakat yang tidak tahu persis apa yang terjadi di sini,” terangnya.
Juliana terjatuh di jurang sekitar Cemara Nunggal pada Sabtu, 21 Juni 2025 dan tubuhnya berhasil ditarik oleh tim SAR pada Rabu, 25 Juni 2025.
***
Artikel Terkait
Skandal LNG Pertamina! KPK Dalami Peran Eks Komisaris dan Pejabat Tinggi yang Rugikan Negara hingga Ratusan Miliar
Bertahun-Tahun Didera KDRT! Istri Nekat Racuni Suami hingga Tewas, Jasad Disembunyikan 40 Hari
Prabowo Resmikan Swasembada Energi Lewat Lonjakan Produksi Migas Barel di Blok Cepu
Bangga! Anak Bangsa Kuasai Proyek Migas Raksasa di Blok Cepu, Bahlil: 99 Persen Tenaga Lokal