Pantau Jemaah Calon Haji Ilegal, Otoritas Arab Saudi Lakukan Pengawasan Ketat dengan Drone

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 28 Mei 2025 | 07:55 WIB
Foto ilustrasi pesawat nirawak atau drone - Otoritas Arab Saudi menggunakan drone untuk memantau jemaah calon haji ilegal.  (Unsplash/jaredbrashier)
Foto ilustrasi pesawat nirawak atau drone - Otoritas Arab Saudi menggunakan drone untuk memantau jemaah calon haji ilegal. (Unsplash/jaredbrashier)

INSIBERNEWS - Melakukan pengawasan ketat selama musim haji 2025, Pemerintah Arab Saudi kini menggunakan drone untuk melakukan pemantauan.

Penggunaan drone ini diklaim sudah berhasil menangkap ratusan orang yang melanggar selama kedatangan jemaah calon haji tiba di Tanah Suci.

Selain itu, Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) juga telah memasang 20 gerbang elektronik (e-gate) di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Solok Selatan yang Cocok Dikunjungi Saat Anak Liburan Kenaikan Kelas

Guna meningkatkan pengalaman perjalanan bagi jamaah haji yang sah dan sesuai prosedur, gerbang berteknologi tinggi ini dirancang untuk mempercepat proses imigrasi dan mengurangi waktu tunggu bagi jamaah haji yang masuk.

SDAIA bekerja sama dengan otoritas imigrasi dan bandara untuk menerapkan solusi kecerdasan buatan yang menyederhanakan prosedur masuk.

Selain e-gate, lebih dari 30 perangkat pembaca paspor canggih juga telah dipasang untuk memfasilitasi pemrosesan yang lancar.

Baca Juga: Jadwal Lengkap OSN 2025 untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA

Pemerintah Indonesia sendiri juga sempat membagikan aturan baru Arab Saudi yang semakin ketat memberikan izin pada jemaah calon haji untuk bisa masuk ke Makkah.

Salah satunya dengan kartu Nusuk yang harus dimiliki oleh jemaah calon haji sebagai ‘kartu izin’ selama tinggal di Arab Saudi.

Kartu Nusuk ini adalah kartu yang berisi identitas lengkap para jemaah calon haji, termasuk lokasi hotel di mana ia menginap.

Baca Juga: Sambut Kunjungan Presiden Prancis, Istana Jamin Candi Borobudur Tetap Aman di Tengah Pembangunan Stairlift

Oleh karena itu, kartu Nusuk harus selalu dibawa oleh para jemaah calon haji karena bisa memberikan akses untuk memasuki lokasi-lokasi berhaji, termasuk Masjidil Haram.

Kementerian Agama (Kemenag) RI bahkan sempat memberikan peringatan untuk selalu menjaga kartu tersebut karena termasuk dalam salah satu benda yang jadi target penjambretan.**

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X