Usai Insiden Keracunan di Cianjur, BGN Tambah SOP Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 24 April 2025 | 10:33 WIB
Ilustrasi program makan bergizi gratis
Ilustrasi program makan bergizi gratis

INSIBERNEWS - Setelah insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, Jawa Barat, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menambah satu standar operasional prosedur (SOP) baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa SOP tambahan ini berkaitan dengan penanganan sisa makanan usai distribusi MBG.

Baca Juga: Paula Verhoeven Buka-bukaan, Pernah Alami KDRT dalam Bentuk Verbal dan Finansial Abuse

"Sebagai respons dari kejadian di Cianjur, kami menambahkan satu SOP penting, yakni pembersihan sisa makanan kini tidak lagi dilakukan di sekolah. Nantinya, hal tersebut akan ditangani di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lebih terstandar," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Turunkan Pajak BBM Kendaraan Pribadi Jadi 5 Persen

Tak hanya memperbarui prosedur teknis, BGN juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lapangan.

Dadan menegaskan akan ada pelatihan tambahan untuk para petugas yang terlibat langsung dalam pendistribusian makanan, guna memastikan keamanan konsumsi dan standar higienis tetap terjaga di seluruh titik layanan.

Baca Juga: Harvard Gugat Pemerintahan Trump, Pertaruhan Besar untuk Masa Depan Otonomi Akademik

Sebelumnya, sebanyak 38 siswa mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG pada Senin (21/4). Para siswa mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare. Mereka langsung dilarikan ke dua rumah sakit di Cianjur, yakni RSUD Sayang dan RS Bhayangkara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun turun tangan melakukan pendataan serta mengimbau seluruh Puskesmas untuk proaktif mengidentifikasi korban lainnya yang mungkin belum terlaporkan.

Baca Juga: Hailey Bieber Ungkap Derita Kista Ovarium, Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Frida Layla Yahya, menyatakan bahwa sebagian siswa mulai merasakan gejala saat masih berada di sekolah, namun ada juga yang baru mengalami gangguan kesehatan setelah sampai di rumah.

Frida menekankan pentingnya pelacakan menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses pemantauan dan penanganan lanjutan.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X