INSIBERNEWS - Setelah insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, Jawa Barat, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menambah satu standar operasional prosedur (SOP) baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa SOP tambahan ini berkaitan dengan penanganan sisa makanan usai distribusi MBG.
Baca Juga: Paula Verhoeven Buka-bukaan, Pernah Alami KDRT dalam Bentuk Verbal dan Finansial Abuse
"Sebagai respons dari kejadian di Cianjur, kami menambahkan satu SOP penting, yakni pembersihan sisa makanan kini tidak lagi dilakukan di sekolah. Nantinya, hal tersebut akan ditangani di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lebih terstandar," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Kamis (24/4/2025).
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Turunkan Pajak BBM Kendaraan Pribadi Jadi 5 Persen
Tak hanya memperbarui prosedur teknis, BGN juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
Dadan menegaskan akan ada pelatihan tambahan untuk para petugas yang terlibat langsung dalam pendistribusian makanan, guna memastikan keamanan konsumsi dan standar higienis tetap terjaga di seluruh titik layanan.
Baca Juga: Harvard Gugat Pemerintahan Trump, Pertaruhan Besar untuk Masa Depan Otonomi Akademik
Sebelumnya, sebanyak 38 siswa mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG pada Senin (21/4). Para siswa mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare. Mereka langsung dilarikan ke dua rumah sakit di Cianjur, yakni RSUD Sayang dan RS Bhayangkara.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun turun tangan melakukan pendataan serta mengimbau seluruh Puskesmas untuk proaktif mengidentifikasi korban lainnya yang mungkin belum terlaporkan.
Baca Juga: Hailey Bieber Ungkap Derita Kista Ovarium, Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Frida Layla Yahya, menyatakan bahwa sebagian siswa mulai merasakan gejala saat masih berada di sekolah, namun ada juga yang baru mengalami gangguan kesehatan setelah sampai di rumah.
Frida menekankan pentingnya pelacakan menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses pemantauan dan penanganan lanjutan.
Artikel Terkait
Harta Kekayaan Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira yang Pernah Kuliah di Universitas Widyatama
Rincian Harta Kekayaan Supian Suri Walikota Depok Menurut LHKPN, Miliki Harta Bergerak Sebesar Rp.....
Punya Hutang? Ternyata Segini Harta Kekayaan Ramzi Geys Thebe, Wakil Bupati Cianjur untuk Periode 2025-2030
Inilah Harta Kekayaan Imron Rosyadi Sang Bupati Cirebon untuk Masa Bakti 5 Tahun Mendatang, Miliki Hutang?
Harta Kekayaan yang Dimiliki Maslani, Wakil Bupati Karawang 2025-2030
Changan Siap Gempur Pasar Mobil Setir Kanan, Indonesia Jadi Target Strategis
Hailey Bieber Ungkap Derita Kista Ovarium, Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi
Harvard Gugat Pemerintahan Trump, Pertaruhan Besar untuk Masa Depan Otonomi Akademik
Pemprov DKI Jakarta Turunkan Pajak BBM Kendaraan Pribadi Jadi 5 Persen
Paula Verhoeven Buka-bukaan, Pernah Alami KDRT dalam Bentuk Verbal dan Finansial Abuse