Hamas Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Paus Fransiskus, Puji Komitmennya pada Kemanusiaan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 22 April 2025 | 13:22 WIB
Paus Fransiskus di Balkon Rumah Sakit Sebelum Kembali ke Vatikan.  (instagram.com/vaticannewspt)
Paus Fransiskus di Balkon Rumah Sakit Sebelum Kembali ke Vatikan. (instagram.com/vaticannewspt)

INSIBERNEWS - Dunia berduka atas kepergian Paus Fransiskus, termasuk dari wilayah-wilayah yang tengah dilanda konflik. Salah satu ungkapan belasungkawa datang dari Hamas, yang menyampaikan rasa simpati mendalam atas wafatnya pemimpin umat Katolik sedunia tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (21/4), mereka memuji dedikasi Paus Fransiskus dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menentang segala bentuk kekerasan.

Baca Juga: Pemerintah Siap Tampung Warga Gaza, Pangkal Pinang Jadi Salah Satu Lokasi Alternatif

Hamas menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok yang tidak hanya dihormati oleh umat Katolik, tapi juga oleh banyak kalangan lintas agama karena keberaniannya menyuarakan perdamaian dan keadilan.

“Kami menyampaikan duka cita yang tulus kepada Gereja Katolik dan seluruh umat Kristiani atas wafatnya Paus Fransiskus, yang telah mengabdikan hidupnya untuk membela nilai-nilai kemanusiaan dan agama,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Tembus Rp2 Juta per Gram!

Paus Fransiskus juga dikenal luas sebagai pemimpin agama yang aktif mempromosikan dialog lintas iman. Ia tak lelah menyerukan pentingnya pengertian antarumat beragama, menolak rasisme dan kebencian, serta mendorong hidup berdampingan secara damai.

Hamas menekankan bahwa suara moral Paus Fransiskus sangat berarti dalam menyerukan penolakan terhadap perang dan kekejaman, termasuk yang mereka klaim terjadi di Jalur Gaza.

Baca Juga: Pantang Menyerah, Mantri Perempuan BRI Ini jadi Cerminan Kartini Masa Kini dalam Memberdayakan Pengusaha Mikro

Menurut Takhta Suci, Paus Fransiskus wafat pada Senin Paskah di usia 88 tahun di kediamannya, Casa Santa Marta, Vatikan. Ia meninggal dunia pada pukul 05.35 GMT akibat komplikasi stroke dan gagal jantung yang tidak tertangani.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Paus sempat dirawat selama lima minggu karena pneumonia, dan baru dipulangkan dengan rekomendasi istirahat jangka panjang serta terapi intensif.

Baca Juga: Filmnya Laris se-Asia Tenggara, Sutradara ‘Jumbo’ Ryan Adriandhy Ngaku Sempat Hampir Menyerah

Wafatnya Paus Fransiskus menjadi kehilangan besar bagi banyak pihak di seluruh dunia, termasuk komunitas lintas agama yang merasakan dampak dari pesan-pesan perdamaian yang selalu iMenyera

Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai tokoh global yang berdiri teguh melawan ketidakadilan dan kekerasan di mana pun itu terjadi.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X