nasional

KIP Kuliah Bakal Ganti Nama, Mendikti Sesuaikan dengan Kabinet Merah Putih Prabowo

Selasa, 4 Februari 2025 | 11:49 WIB
Ilustrasi KIP Kuliah 2024 (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengungkapkan bahwa program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang telah berjalan selama ini akan segera berganti nama.

Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan baru dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Hamas Klaim Perang Gaza Tak Akan Lanjut Setelah Gencatan Senjata, Israel Masih Harus Bebaskan Sanderaan

"Sebagai bagian dari penyesuaian dengan kabinet yang sedang berjalan, Kabinet Merah Putih, dalam waktu dekat kami akan mengumumkan nama baru untuk program ini," kata Satryo dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (4/2/2025).

Walaupun namanya akan berubah, dia memastikan bahwa esensi dan tujuan dari program ini tetap sama, yakni memberikan peluang bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani masalah finansial.

Baca Juga: Didampingi Istri, Iwan Fals Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Pemalsuan Akta OI

Program ini, yang sebelumnya dikenal dengan nama Bidikmisi pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kemudian KIP Kuliah di era Presiden Joko Widodo, memiliki sejarah panjang sebagai program unggulan untuk mendukung pendidikan tinggi di Indonesia.

Satryo menjelaskan bahwa meskipun ada perubahan nama, semangat untuk membantu generasi muda berprestasi yang terkendala biaya tetap akan dijaga.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Pengecer Gas 3 KG Kembali Berjualan, Harga Akan Diatur Lebih Adil

"Program ini memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai dengan Bidikmisi di era Presiden SBY dan dilanjutkan dengan KIP Kuliah di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Kami ingin memastikan semangat tersebut tetap dipertahankan dengan perubahan nama yang baru," tambahnya.

Baca Juga: Kemenhut Cabut Izin 18 Perusahaan Pengelola Hutan, Setengah Juta Hektare Diambil Alih Negara

Satryo juga mengungkapkan bahwa penggantian nama ini masih dalam tahap pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa nama baru tersebut tetap akan mencerminkan tujuan mulia program ini, yakni memastikan bahwa setiap anak Indonesia yang berpotensi dapat meraih pendidikan tinggi, tanpa adanya halangan ekonomi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lakukan Sidak Dapur MBG di Rawamangun, Apa Tujuannya?

Halaman:

Tags

Terkini