Menurut Mu’ti, ayat ini mengajarkan bahwa siapa yang gemar berderma, bertakwa, dan yakin pada balasan kebaikan dari Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan dalam kehidupannya.
Sebaliknya, orang yang kikir dan tidak percaya pada balasan kebaikan dari Allah akan dipermudah dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Mu'ti juga menyoroti pentingnya keyakinan akan kehidupan setelah mati sebagai pembeda antara orang yang beragama dan yang tidak beragama.
Ia menjelaskan bahwa mereka yang tidak beriman cenderung hanya mengejar kesenangan dunia tanpa memikirkan konsekuensi di akhirat, sedangkan orang yang beriman akan mempersiapkan amal sebagai bekal kehidupan setelah mati.
Baca Juga: Usulan Anak SD Belajar Saham, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beri Tanggapan
Pentingnya Berpuasa dengan Penuh Kesadaran
Selain berbicara tentang berbagi, Mu’ti juga mengingatkan jamaah tentang makna sejati puasa. Ia menyampaikan sabda Nabi Muhammad:
Barang siapa yang berpuasa, tidak makan dan tidak minum, tetapi tidak meninggalkan azzuur (perkataan dosa dan bohong), maka Allah tidak menghitung puasanya sebagai ibadah.
Menurutnya, puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perbuatan dari hal-hal buruk.
Ia mengutip tafsir Al-Kasy-syaf oleh Zamakhsyari yang menjelaskan bahwa la yashadu al-zuur berarti meninggalkan perbuatan batil dan dosa, serta tidak membiarkan atau mendukung terjadinya kejahatan.
"Walaupun kita tidak melakukan kejahatan secara langsung, tetapi jika kita membiarkannya terjadi, kita tetap mendukung kejahatan itu," tegas Mu'ti.
Baca Juga: Kemendikdasmen Pastikan Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Ramadan 2025 Tidak Berubah
Ajakan untuk Berbagi dan Memudahkan Urusan Orang Lain
Sebagai penutup, Mu'ti mengingatkan bahwa orang yang bertakwa akan dimudahkan urusannya oleh Allah. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad:
Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya.
Mu’ti mengajak para jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai kesempatan untuk berbagi rezeki dan menolong sesama. Ia berharap agar ibadah puasa tidak hanya memberikan keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi investasi bagi kebahagiaan di akhirat.
"Mudah-mudahan dengan menunaikan ibadah puasa ini, Allah memberikan kelapangan hati dan kelapangan rezeki kepada kita. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongannya dan menjadikan semua perbuatan baik kita sebagai investasi untuk kehidupan dunia dan akhirat," pungkasnya.