nasional

Mengapa Danantara Butuh WNA? Bahlil: Mereka Punya Pengalaman Kelola Aset Negara Kelas Dunia

Kamis, 27 Maret 2025 | 11:23 WIB
Bahlil Lahadalia Bela Rekrutmen WNA untuk Danantara (Instagram @matanajwa)

INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa warga negara asing (WNA) yang bergabung dalam Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah sosok profesional dengan pengalaman luas dalam pengelolaan aset negara.

Pernyataan ini merespons masuknya nama-nama besar seperti Raymond Thomas Dalion, Jeffrey Sachs, dan Thaksin Shinawatra dalam jajaran Dewan Penasihat Danantara.

"Saya pikir selama mereka profesional dan merupakan tokoh-tokoh ternama dengan pengalaman global, tidak ada masalah. Ini lembaga profesional," ujar Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu (26/3/2025).

 Baca Juga: Danantara Indonesia Akan Tata Ulang Holding BUMN, Pilih BKI Sebagai Induk, Ini Kriteria Kesehatan Finansial yang Jadi Pertimbangan

Inspirasi dari Temasek Holdings Singapura

Bahlil menggambarkan pengelolaan Danantara sebagai lembaga keuangan negara yang mirip dengan Temasek Holdings Limited milik Singapura. Ia optimistis bahwa dengan dikelola secara profesional, Danantara akan mampu mendorong investasi dan pengelolaan aset negara secara optimal.

"Danantara ini semacam Temaseknya Singapura. Badan pengelola investasi ini harus dijalankan dengan profesionalisme tinggi," jelasnya.

Presiden Prabowo Tidak Titip Orang di Danantara

Bahlil juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak melakukan intervensi dalam pemilihan jajaran pengurus Danantara.

"Saking profesionalnya, Pak Prabowo tidak menitipkan satu pun orangnya di sana. Ini benar-benar dilakukan secara profesional," tegasnya.

 Baca Juga: Rosan Roeslani Larang Rangkap Jabatan, Tapi Dirinya Justru Pegang 2 Posisi Strategis - Ini Alasannya!

SBY dan Jokowi Dimasukkan Sebagai Tokoh Berintegritas

Menanggapi kehadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam struktur kepengurusan Danantara, Bahlil menegaskan bahwa keduanya adalah tokoh dengan reputasi dan integritas tinggi.

"Mereka adalah orang-orang yang profesional, memiliki pengalaman, reputasi, dan integritas yang kuat," tutupnya.

Tags

Terkini