Firnando Ganinduto Korbankan Gaji Puluhan Juta di Amerika Demi Mengabdi Bagi Indonesia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 24 September 2024 | 13:24 WIB
Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 Partai Golkar, Firnando Ganinduto, dalam Podcast JPP Talks dari Promedia TV (ProTV) bersama Ketua Jaringan Pemred ProPromedia (JPP) Sunardi Panjaitan  (YouTube / Promedia TV)
Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 Partai Golkar, Firnando Ganinduto, dalam Podcast JPP Talks dari Promedia TV (ProTV) bersama Ketua Jaringan Pemred ProPromedia (JPP) Sunardi Panjaitan (YouTube / Promedia TV)

INSIBERNEWS, JAKARTA - Firnando Ganinduto seorang politisi muda dari Partai Golongan Karya (Golkar) mengaku pernah menolak pekerjaan di Amerika Serikat dengan gaji puluhan juta rupiah.

Hal tersebut dilakukan Firnando karena ingin kembali ke Indonesia dan berkarya bagi bangsa dan negara yang dicintainya.

Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 dari daerah Jawa Tengah 1 tersebut menceritakan saat kuliah New York, Amerika Serikat, dirinya mengikuti program magang di salah satu perusahaan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Vadel Badjideh Kekasih Dari Lolly Putri Nikita Mirzani Ternyata Sempat Dipenjara, Berikut Kasusnya

"Jadi sebelum lulus kuliah itu, ada program internship (magang). Perusahaan tempat kita magang ditentukan oleh universitas. Waktu itu (tempat magang) namanya Matrik Capital, kalau di Indonesia itu perusahaan reksadana," ujarnya dalam Program JPP Talks Edisi "Janji Anggota DPR" yang digelar oleh Promedia TV.

Pria yang akrab dipanggil Nando itu melanjutkan, selama enam bulan program magang tersebut, dirinya mengaku bekerja keras untuk bisa penilaian terbaik dari perusahaan.

"Enam bulan saya banting tulang kerja, karena saya ingin punya nilai bagus disitu, alhamdulillah saya menjadi salah satu yang mendapatkan nilai yang terbaik," ceritanya.

Baca Juga: Cara Menabung yang Benar agar Impianmu Jadi Kenyataan

Sebagai salah satu peserta magang dengan penilaian terbaik, Firnando mengaku langsung ditawari kontrak kerja dengan gaji yang cukup besar.

"Kamu gak usah kembali ke Indonesia. Kamu kerja aja. Nanti visanya kami yang urusin," tuturnya menirukan manager perusahaan yang menawarinya pekerjaan.

Meski demikian, Firnando mengungkapkan dirinya memutuskan tidak menerima pekerjaan tersebut dan memutuskan kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Cara Mendapatkan 100 Juta untuk Karyawan Gaji UMR dalam Setahun: Strategi Efektif

"Pada saat itu kalau saya ambil tawaran itu dengan gaji sekitar Rp50 juta per bulan dan saya kerja di perusahaan itu, mungkin saya lupa dengan negara saya. Saya akan lupa kalau tahun 1997 saya akan masuk politik. Saya akan lupa kalau saya ingin membangun negara saya," ungkapnya.

"Jadi apa yang saya lakukan, saya tolak tawaran itu. Saya sampaikan ke mereka, saya disini hanya ingin kuliah dan menuntut ilmu. Setelah lulus, saya akan kembali ke Indonesia dan membangun negara saya," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Promedia TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X