Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas di Kawasan Transmigrasi, 454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 15 Maret 2026 | 16:14 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas di Kawasan Transmigrasi. (Istimewa)
Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas di Kawasan Transmigrasi. (Istimewa)

INSIBERNEWS - Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia mulai mengintensifkan pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan transmigrasi.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Transmigrasi, program pembangunan sarana air bersih (SAB), toilet, serta revitalisasi sekolah telah dijalankan di berbagai wilayah terpencil, memberikan perubahan signifikan bagi siswa dan masyarakat setempat.

Pernyataan dari Presiden Prabowo menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan adalah langkah utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: Safari Ramadan PSI Banten Santuni Ratusan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi Kader

“Banyak sekolah yang kondisinya rusak, padahal anggarannya ada. Bagaimana bisa satu sekolah hanya memiliki satu toilet? Ini tidak bisa dibiarkan. Sekolah harus bersih, aman, dan layak, serta tidak boleh ada sekolah dengan atap yang roboh atau tanpa fasilitas WC,” ujar Prabowo dalam keterangannya pada Minggu (15/3).

Hingga pertengahan Maret 2026, Kementerian Transmigrasi telah berhasil membangun 454 unit toilet dan sarana air bersih di 27 provinsi yang mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa. Program ini juga sejalan dengan upaya revitalisasi 478 sekolah di 27 provinsi, yang melibatkan 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa di kawasan transmigrasi.

Renovasi sekolah ini meliputi perbaikan ruang kelas, penggantian atap, pengecatan, serta peningkatan fasilitas pendukung proses belajar mengajar.

Baca Juga: Aktivis HAM Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Kapolri Beri Atensi Khusus

Di Sumatra, 123 unit toilet dan SAB telah dibangun, menggantikan fasilitas sanitasi yang sebelumnya hanya menggunakan ember dan gayung. Kini, banyak sekolah di wilayah ini telah dilengkapi toilet duduk yang lebih bersih dan nyaman. Selain itu, revitalisasi sekolah membuat bangunan yang dulu terlihat usang dan kurang terawat kini tampak rapi dan baru.

Di Kalimantan, 70 unit toilet dan SAB telah diresmikan, memberikan perubahan besar di beberapa sekolah yang sebelumnya tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Sementara itu, revitalisasi juga dilakukan di 72 sekolah, menggantikan ruang kelas yang bocor atau rusak dengan ruang kelas yang lebih layak dan aman untuk proses pembelajaran.

Baca Juga: Kapolri Ungkap Diperintah Langsung Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Aktivis HAM Andrie Yunus

Program pembangunan sanitasi dan revitalisasi sekolah tidak hanya fokus di Pulau Jawa, tetapi juga merambah kawasan timur Indonesia. Di Sulawesi, sebanyak 158 unit toilet dan SAB telah dibangun, dan 155 sekolah telah direvitalisasi. Sementara itu, di Maluku, 22 unit toilet dan SAB dibangun di sejumlah sekolah, disertai dengan revitalisasi 47 sekolah.

Di Nusa Tenggara, pembangunan sanitasi dilakukan di 57 lokasi dan revitalisasi menyasar 51 sekolah. Bahkan, di Papua, 24 unit toilet dan SAB telah dibangun, bersamaan dengan revitalisasi 32 sekolah, yang memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X