Kepala PCO Sebut Penayangan Video Prabowo di Bioskop Sebagai Sosialisasi Hasil Kerja Pemerintah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 15 September 2025 | 21:38 WIB
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberi penjelasan tentang penayangan video Presiden Prabowo di bioskop.  (Tangkapan layar YouTube  Kantor Komunikasi Kepresidenan)
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberi penjelasan tentang penayangan video Presiden Prabowo di bioskop. (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)

INSIBERNEWS - Menyoroti viralnya penayangan video Presiden Prabowo di bioskop yang menuai berbagai macam reaksi publik, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi turut angkat bicara.

Menurut Hasan Nasbi bioskop merupakan bagian dari media di ruang publik, sehingga bisa diisi pesan apapun, tak terkecuali pesan komersial.

“Layar bioskop, sebagaimana televisi, media luar ruang, dan lain-lain, juga ruang publik yang bisa diisi dengan berbagai pesan, termasuk pesan komersial,” kata Hasan Nasbi kepada awak media pada Minggu, 14 September 2025.

Baca Juga: Kenapa Mobil Keluarga Masih Jadi Pilihan Favorit Orang Indonesia? Ternyata Begini Alasannya!

Belakangan ini media sosial (medsos) ramai berdebat soal penayangan video Prabowo berisi pencapaian program pemerintah sebelum film ditayangkan.

“Kalau pesan komersial saja boleh, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden nggak boleh?” imbuhnya.

Hasan mengungkap tujuan penayangan video tersebut adalah untuk membagikan informasi pada masyarakat mengenai kinerja pemerintah saat ini.

Baca Juga: Tasya Farasya Pilih Rehat dari Medsos di Tengah Ramai Isu Perceraian dengan Suaminya

“Pemerintah mau sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang apa yang dikerjakan oleh pemerintah agar masyarakat paham banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah,” paparnya.

Dalam kesempatan lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemutaran video tersebut adalah hal yang lumrah dan tidak melanggar aturan.

“Tentunya sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan keindahan maka penggunaan media-media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal yang lumrah,” ujar Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan pada Minggu, 14 September 2025.

Baca Juga: Selebgram Tasya Farasya Gugat Cerai Suami Usai 7 Tahun Menikah, Sidang Perdana Digelar 24 September

Video yang ditayangkan itu berisi sederetan angka yang diklaim sebagai capaian dari pelaksanaan program Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

Beberapa di antaranya adalah 1.200 ton ekspor jagung pertama di tahun 2025, 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi, hingga 21.760.000 ton produksi beras nasional sampai Agustus 2025.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X