INSIBERNEWS - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengumumkan terkait penghentian sementara atau pemblokiran rekening dormant (rekening yang tidak aktif dalam jangka lama).
Pemblokiran sementara rekening tersebut merupakan upaya PPATK dalam menjaga sistem keuangan nasional.
Kebijakkan terkait penghentian sementa rekening tentu telah menimbulkan ketidak setujuan publik lantaran dapat mempersulit sebagian rakyat Indonesia.
Baca Juga: Tesla Gaet Samsung Produksi Chip A16, Nilai Kontrak Tembus Rp270 Triliun
Salah satu praktisi hukum terkemuka, Hotman Paris pun angkat suara terkait kebijakkan tersebut.
"Katanya ada peraturan baru, apabila nyimpen uang di bank tidak dipakai transaksi dalam tiga sampai 12 bulan maka dibekukan oleh PPATK," kata Hotman Paris sebagaimana dikutip INSIBERNEWS 29/7/2025.
"Jadi kalau rekening bank saudara-saudara tidak dipakai dalam 3-12 bulan maka rekening saudara akan dibekukan oleh PPATK nanti untuk untuk mencarikannya bakal repot," tambanhnya.
Baca Juga: Trump Tolak Transit Pemimpin Taiwan di New York, Beijing Disebut Jadi Faktor Penentu
Hotman mengungkap bahwa dirinya belum mengetahui atas dasar apa PPATK mengeluarkan kebijakan tersebut. Namun menurutnya kebijkan tersebut sangat merepotkan masyarakat.
"Saya belum jelas apakah dasarnya peraturan apa, yang ke-dua, bapak-bapak pejabat kenapa merepotkan masyarakat?,"
"Kalau seorang ibu-ibu di kampung misalnya, dia misalnya buka rekening di bank dibuka oleh anaknya, kan tidak belum tentu dipakai sama ibunya, apa lagi orang kampung," ujarnya.
Baca Juga: Trump Tolak Transit Pemimpin Taiwan di New York, Beijing Disebut Jadi Faktor Penentu
Ia juga menambahkan bahwa kebijakkan pemblokiran rekening yang tidak dipakai selama 3-12 bulan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi.
"Masa rekeningnya harus dibekukan dan itukan melanggar hak asasi, bapak-baoak tidak berhak membekukan rekening orang kalau memang dia tidak pake nomor rekeningnya," ungkapnya.
Artikel Terkait
IVE Tampil di Lollapalooza Paris 2025, Tangan An Yujin Jadi Sorotan, Simak Alasannya!
Heboh Isu Data Warga Jabar Bocor, Pemprov Tegaskan Sistem Aman dan Klaim Hanya Tipu-tipu
Minibus Terjun ke Jurang di Jalur Wisata Pacet, Satu Tewas dan Lima Luka-Luka
Trump Tolak Transit Pemimpin Taiwan di New York, Beijing Disebut Jadi Faktor Penentu
Tesla Gaet Samsung Produksi Chip A16, Nilai Kontrak Tembus Rp270 Triliun
Rupiah Tetap Tangguh di Kuartal II-2025, Sri Mulyani Sebut Stabilitas Terjaga