INSIBERNEWS - Sarwendah Tan akhirnya habis kesabaran dan memilih mengambil langkah hukum tegas terkait tudingan miring yang menyerangnya.
Mantan personel Cherrybelle ini tak terima dengan beredarnya sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menarasikan dirinya tengah menguras harta di dalam brankas milik mantan suaminya, Ruben Onsu.
Kabar tak sedap tersebut bermula dari sebuah cuitan viral di platform X, yang membagikan potongan video seorang wanita berambut panjang sedang sibuk memasukkan tumpukan uang ke dalam tas.
Narasi provokatif itu menyebut bahwa nominal uang yang diduga digondol oleh kekasih Giorgio Antonio alias Gio tersebut menyentuh angka fantastis, yakni Rp3 miliar.
"Ini rekaman CCTV baru yang di-share sama Ruben ke Hotman Paris kalo Sarwendah ngambil duit dari brankas. Total kerugian 3 miliar katanya dan CCTV itu muncul tanggal 2 Juni 2024? Sebelum cerai jadi dia ambil duitnya?" cuit akun anonim tersebut yang menggiring opini publik secara liar tanpa memberikan bukti yang valid.
Menolak tinggal diam dan terus disudutkan, ibu tiga anak ini membeberkan fakta bahwa video yang beredar luas tersebut adalah murni hoaks hasil manipulasi.
Ia memastikan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mencuri harta mantan suaminya, apalagi sampai merugikan hingga miliaran rupiah.
Teknologi pengeditan cerdas yang sejatinya bermanfaat—misalnya untuk sekadar menambahkan riasan tipis agar wajah di foto tidak terlihat pucat tanpa harus mengubah bentuk wajah atau identitas asli seseorang, maupun membuat materi grafis promosi—justru disalahgunakan.
Pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan kecanggihan alat tersebut untuk merombak total realitas dan menciptakan konten deepfake berbahaya.
Baca Juga: Rentetan Erupsi Gunung Api Ancam Nusantara, Ketua DPR Puan Maharani Desak Penguatan Mitigasi Terpadu
"Ada batasnya. Ketika sebuah konten palsu hasil manipulasi AI disebarkan dan diberitakan seolah-olah nyata, itu bukan lagi soal opini atau perbedaan cerita. Itu fitnah. Video yang diklaim sebagai rekaman CCTV saya mengambil uang dari brankas bukan video asli," tegas Sarwendah melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Kini, Sarwendah telah menyerahkan seluruh jejak digital penyebar hoaks tersebut kepada tim kuasa hukumnya untuk diproses secara pidana, sementara ia sendiri memilih fokus merawat anak-anaknya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas agar lebih kritis dalam menerima informasi visual, mengingat canggihnya rekayasa digital masa kini.***