entertainment

Dicurigai Cuma 'Endorse' RS Penang, Konten Beda Vonis Usus Buntu Selebgram Fahira Almira Banjir Tuntutan Klarifikasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:17 WIB
Selebgram Fahira Almira klarifikasi soal konten perbedaan diagnosis dokter Indonesia dan Penang, Malaysia. (Instagram/fahiramira)
INSIBERNEWS - Nama selebgram Fahira Almira mendadak menjadi perbincangan hangat sekaligus menuai kritik tajam dari kalangan tenaga medis di media sosial.
 
Kegaduhan ini bermula dari unggahan video pribadinya yang menceritakan pengalaman mendapat diagnosis medis yang saling bertolak belakang antara rumah sakit di dalam negeri dan luar negeri. Cerita yang awalnya diklaim murni sebagai pengalaman pribadi itu kini memicu kecurigaan publik dan berujung pada tuntutan pembuktian secara transparan.

Dalam konten yang dibagikan pada Minggu (9/8/2026) lalu, Fahira mengaku mengalami demam tinggi, muntah-muntah, hingga nyeri hebat di perut sebelah kanan.
 
Ia menyebut dokter dari tiga rumah sakit berbeda di Indonesia telah memvonisnya mengidap radang usus buntu karena ukuran apendiksnya diklaim mencapai 8,1 milimeter.
 
Namun, saat mencari pendapat kedua ke Island Hospital di Penang, hasil pemindaian justru menunjukkan ususnya dalam kondisi normal dan rasa sakit itu disebut hanya dipicu oleh penumpukan kotoran biasa.
 
Baca Juga: Diguncang Gempa Dahsyat 7,4 Magnitudo, 213 Orang di Kolombia Tewas dan Ribuan Masih Hilang

Menyadari narasinya mulai menyudutkan kualitas medis di Tanah Air dan memicu kemarahan para dokter, selebgram tersebut lantas segera membuat video klarifikasi pada Rabu (12/8/2026).
 
Ia berdalih sama sekali tidak bermaksud menjatuhkan reputasi rumah sakit mana pun dan hanya ingin mengingatkan para pengikutnya agar tidak ragu mencari opini medis dari dokter lain bila dirasa diperlukan.

"Sebelumnya aku minta maaf kalau ada pihak yang tersinggung dengan cerita ini, aku ingin menegaskan bahwa apa yang aku sampaikan murni pengalaman pribadi. Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun," ucap Fahira mencoba meredam suasana.

Sayangnya, permintaan maaf tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab keresahan di kalangan tenaga kesehatan profesional. Organisasi pemerhati layanan kesehatan, Nalar Rawat, secara resmi melayangkan teguran terbuka yang mendesak sang pemengaruh untuk membeberkan secara detail nama rumah sakit serta linimasa pemeriksaannya di Indonesia. Mereka juga mencurigai adanya muatan iklan terselubung berupa sponsor layanan kesehatan dari rumah sakit Malaysia dalam konten tersebut.
 
Baca Juga: Kesal Jadi Korban Bully di Kantor, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

"Meminta klarifikasi apakah terdapat hubungan endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau bentuk kerja sama lain dengan Island Hospital maupun pihak yang mewakilinya. Nalar Rawat memberikan waktu 3x24 jam sejak penyampaian surat untuk menerima klarifikasi yang substantif," tegas perwakilan organisasi tersebut.

Kejadian ini sontak menjadi tamparan keras bagi para kreator konten agar lebih bijaksana dan memverifikasi fakta sebelum membagikan informasi yang berkaitan dengan ranah medis.
 
Kini, seluruh mata warganet dan komunitas dokter masih menunggu iktikad baik Fahira untuk menyerahkan bukti yang diminta, guna membuktikan apakah ceritanya murni pengalaman nyata atau sekadar taktik pemasaran lintas negara.***

Tags

Terkini