INSIBERNEWS - Penyanyi Denada akhirnya buka suara terkait polemik yang menyeret nama Ressa Rizky. Melalui kuasa hukumnya, Denada secara terbuka mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya, namun membantah keras tudingan penelantaran anak yang belakangan mencuat ke publik.
Kuasa hukum Denada, Iqbal, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menutup-nutupi status Ressa. Ia menyebut sikap Denada yang sempat memilih diam lebih disebabkan oleh kondisi psikologis yang terguncang setelah digugat atas dugaan penelantaran.
Baca Juga: Presiden Prabowo Berhalangan Hadir di Harlah ke-100 NU, Ini Kata Ketum PBNU
“Kami memilih tenang dulu, cooling down. Intinya supaya bisa berpikir jernih dan juga introspeksi,” ujar Iqbal dalam wawancara virtual belum lama ini.
Iqbal menyebut gugatan tersebut justru mengejutkan pihak Denada. Pasalnya, selama ini Denada dinilai telah menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang tua, baik dari sisi finansial maupun pendidikan anak.
“Mas Ressa ini bukan sekadar diakui sebagai anak. Dia dibiayai, difasilitasi, dan disekolahkan,” jelas Iqbal.
Baca Juga: Harga Bawang dan Cabai Melunak di Akhir Pekan, Daya Beli Warga Diharap Terjaga
Terkait pekerjaan Ressa di Banyuwangi sebagai sopir mendiang Emilia Contessa, ibu Denada, Iqbal menilai hal itu bukan bentuk eksploitasi, melainkan bagian dari pendidikan karakter agar sang anak belajar mandiri dan tidak tumbuh manja.
Menurutnya, pekerjaan tersebut juga disertai dengan upah yang layak. Ressa disebut menerima gaji sekitar Rp2,5 juta per bulan, angka yang mendekati Upah Minimum Kabupaten Banyuwangi tahun 2026 yang berada di kisaran Rp2,9 juta.
Iqbal juga menyinggung gaya hidup Ressa yang dinilai tidak mencerminkan kondisi anak yang ditelantarkan. Ia mengungkap bahwa Ressa memiliki kendaraan pribadi dan menjalani gaya hidup yang tergolong mewah di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kasus Iklan Bank BJB Bergulir, KPK Dalami Komunikasi dan Jejak Perjalanan Ridwan Kamil
“Kalau dibilang ditelantarkan, faktanya Mas Ressa punya mobil dan gaya hidupnya cukup hedon di Banyuwangi,” katanya.
Pihak Denada berharap polemik ini dapat dilihat secara proporsional dan tidak digiring pada kesimpulan sepihak. Mereka menegaskan komitmen Denada untuk tetap bertanggung jawab sebagai orang tua, sembari mengikuti proses hukum yang berjalan.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik. Denada melalui kuasa hukumnya menyatakan siap memberikan klarifikasi lebih lanjut agar duduk perkara menjadi terang dan tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.***