entertainment

Pengakuan Dokter Gigi Jessica Freddy Viral, Ungkap Dugaan KDRT hingga Pemalsuan Akta Nikah

Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:53 WIB
Dokter Gigi, Drg. Jessica Freddy buka suara terkait kasus dugaan KDRT dalam biduk rumah tangganya yang dimulai pada 2012 silam. (Instagram.com/@drgjessicafreddy)

INSIBERNEWS - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh pengakuan mengejutkan dari seorang dokter gigi ternama, Drg. Agnes Jessica Freddy Lawandi, yang dikenal publik dengan nama Jessica Freddy.

Melalui akun Instagram pribadinya @drgjessicafreddy, ia membagikan kisah kelam rumah tangga yang selama bertahun-tahun disimpannya rapat.

"Saya Agnes Jessica, siapapun tolong bantu saya," demikian tertulis dalam postingan Instagram yang diunggah Jessica.

Baca Juga: TikTok Sepakati Penjualan Bisnis AS, Investor Amerika Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Unggahan yang dipublikasikan pada 20 Desember 2025 tersebut langsung menyita perhatian warganet. Dalam postingan itu, Jessica secara terbuka meminta pertolongan dan mengungkap dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta pemalsuan dokumen negara yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya berinisial MH.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena tak hanya menyangkut kekerasan terhadap pasangan, tetapi juga melibatkan dugaan kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus serta polemik hukum terkait keabsahan pernikahan mereka.

Awal Pernikahan Penuh Kekerasan Sejak 2012
Jessica menuturkan bahwa pernikahannya dimulai pada tahun 2012. Namun sejak tahun pertama membina rumah tangga, ia mengaku sudah kerap mengalami intimidasi verbal hingga kekerasan fisik.

Baca Juga: Batal Tampil di Hammersonic 2026, My Chemical Romance Pastikan Konser Tunggal di Jakarta

Sebagaimana banyak korban KDRT lainnya, Jessica memilih untuk diam dan memaafkan perbuatan tersebut demi mempertahankan keluarga. Akibatnya, ia tidak memiliki bukti medis atau visum pada periode awal kekerasan yang dialaminya.

"Sejak awal, saya sudah sering mengalami kekerasan fisik (physical abuse) atau KDRT secara berulang ulang," ungkap Jessica.

"Juga diintimidasi secara verbal (verbal abuse), namun sayangnya saya tidak memiliki dokumentasi bukti kekerasan selama periode tersebut," sambungnya.

Baca Juga: Min Hee Jin Buka Suara Soal Tuduhan Plagiat ILLIT, Klaim Demi Melindungi NewJeans

Ia mengaku kekerasan terjadi berulang kali, baik secara fisik maupun verbal, namun semuanya disimpan sendiri tanpa pelaporan resmi.

Dampak Psikologis pada Anak
Situasi semakin memburuk setelah kelahiran anak pertama mereka pada tahun 2013. Menurut Jessica, sang anak kerap menyaksikan langsung kekerasan yang terjadi di dalam rumah.

Halaman:

Tags

Terkini