INSIBERNEWS – Nama YouTuber horor ternama Indonesia, Nessie Judge, mendadak menjadi perbincangan panas di jagat maya. Hal ini terjadi setelah salah satu video terbarunya yang berkolaborasi dengan grup K-pop NCT Dream menuai kontroversi besar, bahkan hingga ke Jepang.
Awalnya, video tersebut dirilis sebagai proyek spesial bertema horor yang mempertemukan dua dunia berbeda: kreator konten misteri asal Indonesia dan idola K-pop terkenal.
Namun, publik justru dibuat geger ketika mendapati salah satu cuplikan di dalam video menampilkan foto Junko Furuta — korban dari kasus kriminal paling kejam yang pernah mengguncang Jepang pada akhir 1980-an.
Baca Juga: Remaja 12 Tahun Tewas di Danau Cincin, Polisi Pastikan Karena Terpeleset dan Tenggelam
Junko Furuta adalah gadis berusia 17 tahun yang menjadi korban penculikan, penyiksaan, hingga pembunuhan pada tahun 1988–1989. Kasus ini dikenal sebagai tragedi paling mengerikan dalam sejarah kriminal Jepang, dan hingga kini masih menjadi luka kolektif di negeri sakura tersebut.
Kemunculan foto Junko dalam video yang dikemas sebagai konten hiburan dianggap tidak sensitif dan menyinggung banyak pihak, terutama masyarakat Jepang dan penggemar K-pop yang merasa tidak nyaman.
Kritik deras pun mengalir di berbagai platform, mulai dari X (Twitter) hingga forum internasional, menuding video tersebut sebagai bentuk eksploitasi tragedi.
Baca Juga: Mahfud MD Desak Audit Proyek Kereta Cepat Whoosh, Sindir Peralihan Mitra yang Dinilai Sarat Masalah
Tagar #RespectJunkoFuruta dan #ApologizeNessieJudge sempat trending di X, menandakan besarnya kemarahan publik terhadap insiden ini. Banyak pengguna internet yang meminta Nessie dan tim produksi untuk memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka.
Menanggapi situasi tersebut, Nessie Judge akhirnya buka suara lewat unggahan di akun X miliknya. Dalam pernyataannya yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Jepang, Nessie mengakui adanya kelalaian dan meminta maaf kepada pihak yang merasa tersinggung.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis Jumat Ini, Sentimen Global Masih Tekan Nilai Tukar
“Apa yang kami anggap sebagai bentuk penghormatan, ternyata kami sadari sebagai tindakan yang tidak peka. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kurangnya pertimbangan kami,” tulis Nessie.
Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak memiliki niat untuk mengeksploitasi tragedi tersebut, melainkan ingin mengangkat kisah kriminal sebagai bentuk edukasi sejarah kelam yang pernah terjadi.
Meski demikian, Nessie mengaku akan lebih berhati-hati dalam memilih materi di masa depan.