INSIBERNEWS — Aktor sekaligus produser kawakan Brad Pitt baru saja diumumkan sebagai salah satu produser eksekutif film terbaru berjudul The Voice of Hind Rajab.
Keterlibatan Pitt dalam proyek ini menambah bobot besar bagi film yang diangkat dari tragedi nyata di Gaza, Palestina.
Sementara itu, Joaquin Phoenix, aktor pemenang Oscar yang dikenal lewat perannya di Joker, juga bergabung dalam jajaran produser eksekutif.
Baca Juga: Putusan PA Tigaraksa, Perceraian Andre Taulany dan Erin Batal Lagi
Nama besar Phoenix diyakini akan membawa perhatian global terhadap film ini, mengingat kiprahnya yang konsisten dalam mendukung isu-isu kemanusiaan.
Tidak hanya itu, Alfonso Cuarón, sineas Meksiko yang sukses meraih Oscar lewat film Gravity dan Roma, ikut serta dalam proyek tersebut.
Bergabungnya Cuarón, yang dikenal piawai mengangkat isu kemanusiaan dengan sudut pandang sinematik mendalam, memberikan legitimasi artistik yang kuat bagi film ini.
Baca Juga: PSY Terseret Kasus Obat Tidur, Polisi Korea Selatan Lakukan Penyelidikan
Aktris Rooney Mara, yang kerap tampil dalam film-film dengan muatan sosial dan psikologis, juga turut mendukung proyek ini.
Bersama mereka, hadir pula Jonathan Glazer, sutradara film The Zone of Interest yang baru-baru ini banyak dibicarakan karena membahas trauma sejarah Holocaust.
Film The Voice of Hind Rajab digarap oleh Kaouther Ben Hania, sutradara asal Tunisia yang sebelumnya masuk nominasi Oscar melalui film The Man Who Sold His Skin.
Baca Juga: Fachri Albar Dituntut Rehabilitasi 6 Bulan, Jaksa Anggap Langkah Tepat
Karyanya kali ini akan ditayangkan perdana di Festival Film Venesia pada 3 September 2025, sebelum melanjutkan pemutaran di Festival Film Toronto untuk premiere wilayah Amerika Utara.
Film ini mengangkat kisah nyata tragis Hind Rajab, bocah enam tahun asal Gaza yang tewas diberondong peluru militer Israel pada Januari 2024.
Saat itu, Hind bersama keluarganya tengah berusaha melarikan diri dari Kota Gaza sebelum kendaraan yang mereka tumpangi diserang.
Baca Juga: Aturan Pembiayaan Kopdes Rampung, Kemenkop Pastikan Bisa Segera Akses ke Himbara
Kisah memilukan ini mengguncang dunia internasional dan memicu gelombang kemarahan atas serangan brutal yang menargetkan anak-anak.
Ben Hania menulis naskah film berdasarkan rekaman suara antara Hind Rajab dan para relawan Bulan Sabit Merah yang berusaha menemaninya lewat telepon.
Upaya mereka mendatangkan ambulans untuk menyelamatkan bocah tersebut kandas akibat gempuran militer Israel.
Baca Juga: Bang Si Hyuk Kena Teguran Serius, FTC Ungkap Kejanggalan dalam Dokumen Laporan HYBE
Meski Israel mengklaim tidak menerjunkan pasukan di lokasi, investigasi independen oleh The Washington Post dan Sky News menggunakan citra satelit menyimpulkan keberadaan tank Israel di tempat kejadian.
Selain itu, kelompok riset Forensic Architecture yang berbasis di London bersama Al Jazeera menemukan bukti 335 lubang peluru pada mobil yang ditumpangi Hind Rajab.
Dalam pernyataannya, Kaouther Ben Hania menyebut inti film ini sesungguhnya sederhana, namun menyakitkan.
Baca Juga: Prabowo Akui Malu Soal Kasus Noel, Ingatkan Pejabat Jangan Korupsi!
“Saya tidak bisa menerima dunia di mana seorang anak meminta pertolongan, tetapi tidak seorang pun datang menolong,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa rasa kehilangan dan kegagalan itu bukan hanya milik Palestina, melainkan tragedi universal yang dirasakan seluruh umat manusia.
Lebih jauh, Ben Hania meyakini bahwa film fiksi yang bersumber dari fakta nyata mampu menyampaikan pesan lebih kuat dibanding berita harian yang cepat terlupakan.
“Sinema dapat melestarikan kenangan. Sinema dapat melawan amnesia. Semoga suara Hind Rajab didengar,” tutupnya penuh harap.
Baca Juga: Miris! Dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7 Persen!