AKURAT BANTEN - Belakangan ini ramai disorot warganet terkait viralnya video 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan' yang diunggah seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kontroversi video viral tersebut kini tengah diusut LPDP usai menuai kecaman sebagian warganet yang menilai minimnya rasa nasionalisme dari sang pengunggah konten, berinisial DS.
Komika senior, Arie Kriting turut mengutarakan pendapatnya terkait kasus viral anak bangsa tersebut.
Dalam pernyataannya, Arie menyinggung polemik yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP yang viral di jagat medsos.
Melalui unggahan Instagramnya @arie_kriting, pada Minggu, 22 Februari 2026, Ia mengungkapkan betapa membingungkan hidup di negara ini.
"Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik," kata Arie.
Komedian asal Kendari itu merasa kesal dengan pernyataan awardee LPDP tersebut.
"Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini," ungkap Arie.
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Menlu: Ini Penghargaan Reputasi Militer Indonesia
"(Tertulis) 'Cukup aku yang WNI, anakku jangan', begitu katanya, membuat saya kesal juga," imbuhnya.
Arie lantas mengingatkan publik agar tidak mudah untuk beralih melupakan tanah kelahiran demi pergi ke negara lain.
"Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," terangnya.
"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoa dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang," tambah Arie.****
Artikel Terkait
Momen Langka! Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Jatuh Secara Berurutan di 2026, Bakal Terulang Lagi di Tahun 2189
Ramadan Penuh Syukur, 3.300 Anak Yatim dan Warga Dapat Santunan di Setahun Kepemimpinan Sachrudin-Maryono
Prabowo Gaet Investor Global di AS, Komitmen Investasi Masuk ke Energi Terbarukan, Infrastruktur, dan AI
Jelang HUT ke-33, Kota Tangerang Raih Opini Kualitas Tinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia
Tak Ada Kejelasan Usai Lapor Polisi, Anak Korban Viralkan Dugaan Ketua RT di Banjarnegara yang Merekam Tetangga saat Mandi
Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Menlu: Ini Penghargaan Reputasi Militer Indonesia
Tarif Darurat Trump Ditolak MA AS, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen