INSIBERNEWS - Raffi Ahmad kembali menjadi sasaran oknum tak bertanggung jawab. Kali ini, namanya dicatut dalam sebuah modus penipuan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (22/8), suami Nagita Slavina itu memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda dengan iming-iming hadiah palsu.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Terseret Kasus Apa? Heboh Usai Wamenaker Terjaring OTT KPK
Dalam postingannya, Raffi membagikan cuplikan rekaman video call yang menunjukkan wajahnya seolah-olah sedang berbicara langsung dengan seseorang. Padahal, itu hanyalah rekayasa digital yang dibuat sedemikian rupa agar tampak meyakinkan.
“Ini bukan saya. Jangan percaya kalau ada yang ngaku-ngaku bagi uang atau hadiah pakai nama saya,” tegas Raffi dalam keterangannya.
Baca Juga: Jadwal Liga Prancis Pekan Kedua: PSG vs Angers Jadi Laga Pembuka
Modus yang dipakai pelaku cukup licik. Mereka menghubungi calon korban dan menyebutkan bahwa orang tersebut adalah pemenang undian dari RANS Entertainment, perusahaan milik Raffi dan Nagita. Untuk semakin meyakinkan, korban dijanjikan uang tunai sebesar Rp100 juta.
Setelah itu, korban diarahkan untuk melanjutkan komunikasi lewat chat. Di tahap inilah biasanya pelaku mulai meminta sejumlah data pribadi atau bahkan uang dengan alasan sebagai biaya administrasi. Cara ini mirip dengan berbagai kasus penipuan online yang sering menjerat masyarakat.
Baca Juga: Kadin Dorong UMKM Indonesia Jadi Pemain Utama di Pasar Halal Global
Raffi sendiri memang dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membantu orang lain, sehingga wajar jika nama besar dan citranya dijadikan umpan oleh pelaku.
Namun, ia menegaskan bahwa setiap bentuk hadiah atau program dari RANS Entertainment hanya akan diumumkan lewat akun resmi, bukan melalui panggilan pribadi yang meragukan.
Baca Juga: Prabowo Hadiri Penutupan Retreat Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo
Fenomena penyalahgunaan AI seperti ini semakin sering terjadi. Teknologi deepfake mampu meniru wajah bahkan suara seseorang dengan sangat realistis. Tanpa kesadaran digital yang baik, masyarakat bisa mudah terkecoh dan menjadi korban kejahatan siber.
Raffi pun berharap masyarakat lebih waspada. Ia meminta agar setiap informasi yang mengatasnamakan dirinya selalu dicek ulang ke sumber resmi.
Artikel Terkait
Kehidupan Bali Tak Seindah Dugaan, Tengku Dewi Akui Rindu Jakarta
Mau Beli Rumah di Korea Selatan? Perhatikan Zona Izin dan Aturan Baru Ini!
Sri Mulyani Akui PR Berat: Genjot Pajak Sambil Jaga Iklim Investasi di 2026
Kabar Duka, Adjie Soetama Pencipta Lagu Legendaris ‘Hip Hip Hura’ Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung
Hasil Autopsi Kacab Bank di Bekasi: Luka Benda Tumpul dan Kekurangan Oksigen
Prabowo Hadiri Penutupan Retreat Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo
Kadin Dorong UMKM Indonesia Jadi Pemain Utama di Pasar Halal Global
Nafa Urbach Klarifikasi dan Minta Maaf soal Tunjangan DPR, Janji Lebih Fokus ke Rakyat
Jadwal Liga Prancis Pekan Kedua: PSG vs Angers Jadi Laga Pembuka
Immanuel Ebenezer Terseret Kasus Apa? Heboh Usai Wamenaker Terjaring OTT KPK