Meski demikian, suara kritis netizen tidak terbendung. Banyak yang berharap kualitas animasi lokal bisa bersaing di kancah internasional, apalagi jika dana yang digelontorkan cukup besar. Beberapa bahkan membandingkan hasilnya dengan karya animasi luar negeri yang memiliki biaya serupa.
Di sisi lain, ada juga warganet yang mencoba membela. Mereka menilai bahwa pembuatan animasi di Indonesia masih menghadapi keterbatasan teknologi, waktu, dan sumber daya manusia. Bagi mereka, hadirnya film ini tetap menjadi langkah penting untuk memperluas industri animasi nasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Hangat Kunjungan Perdana Presiden Peru di Jakarta
Menjelang penayangannya, ‘Merah Putih: One For All’ tampaknya akan tetap menyita perhatian publik. Apakah film ini akan berhasil membungkam kritik atau justru memperkuat anggapan netizen soal kualitasnya, semua akan terjawab setelah penonton menyaksikannya di bioskop.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang pasti: film ini membuktikan bahwa karya anak bangsa masih mampu memicu diskusi luas. Dan siapa tahu, justru dari kontroversi inilah akan lahir gebrakan baru untuk membawa animasi Indonesia ke level yang lebih tinggi. ***
Artikel Terkait
Usai Kalah dari El Rumi, Jefri Nichol Akui Tak Paham Boxing dan Pilih Pindah ke MMA
Lewat Karakter Manda, Asha Assuncao Lawan Stigma Pernikahan
Ibunda Mendiang Uje, Umi Tatu, Jalani Pemeriksaan di Polres Terkait Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah
Di Tengah Kisruh Royalti, 4 Musisi Legendaris Ini Pilih Gratiskan Lagu Mereka
Jennie BLACKPINK Pakai Kaos Murah dengan Tulisan Nyeleneh, Langsung Sold Out!
Susilo Bambang Yudhoyono Pamer Bakat Seni, Lukis Pantai Klayar dengan Teknik Finger Painting
El Rumi Diragukan Netizen Untuk Menang, Nyatanya Dua Kali Kalahkan Jefri Nichol di Atas Ring
Ayu Ting Ting Sukses Gelar Konser Perdana di Depok, Penampilannya Disorot Netizen
Nama NewJeans Hilang dari Situs ADOR, Fans Heboh dan Khawatir Soal Nasib Grup
Tak Bubar! Secret Number Siap Comeback dengan Member Baru, Fans Dibuat Penasaran