INSIBERNEWS - Perawatan rutin kendaraan bermotor sering kali menjadi celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan sepihak.
Salah satu ancaman terbesar yang masih terus menghantui para pemilik mobil maupun motor di Tanah Air adalah maraknya peredaran pelumas atau oli palsu. Praktik culas ini tidak hanya merugikan konsumen dari segi materi, tetapi juga menyimpan potensi kerusakan fatal pada jantung pacu kendaraan kesayangan Anda.
Berbeda dengan pelumas pabrikan yang diracik melalui standar ketat, oli bodong biasanya terbuat dari pelumas bekas yang sekadar disaring ulang atau menggunakan minyak bermutu sangat rendah.
Penggunaan cairan abal-abal ini membuat komponen internal mesin tidak mendapatkan pelumasan yang ideal. Akibatnya, gesekan antar komponen menjadi sangat kasar, memicu panas berlebih atau overheat, hingga membuat tarikan kendaraan terasa berat.
Baca Juga: Bongkar Kebobrokan Dapur MBG, Chef Kumink Sentil Pengiriman 280 Kg Ayam Pakai Mobil Bak Terbuka
Jika terus dibiarkan, efek domino dari pelumas tiruan ini akan berujung pada mimpi buruk setiap pemilik kendaraan, yakni turun mesin.
Kerusakan permanen pada komponen vital ruang bakar ini tentu memaksa Anda merogoh kocek sangat dalam untuk perbaikan total atau overhaul.
Biaya perbaikan yang melambung tinggi tersebut jelas tidak sebanding dengan selisih harga miring yang ditawarkan oleh para penjual oli abal-abal di pasaran.
Menyikapi peredaran pelumas daur ulang yang kian meresahkan, perwakilan Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (Aspelindo), Yomie Haryadi, meminta para pengendara untuk selalu menaruh rasa curiga saat membeli pelumas di pasaran.
"Masyarakat juga jangan lengah. Perhatikan kemasan, label, harga yang tidak masuk akal. Jangan ragu beli di kanal resmi produsen, dan kalau curiga, segera laporkan," tegas Yomie memberikan imbauan pada Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan 16 Pegawai Kena Sanksi
Agar tidak mudah terpedaya, langkah mitigasi paling efektif adalah melakukan pengecekan visual pada kemasan botol oli yang akan dibeli.
Para pemalsu umumnya memakai botol bekas, sehingga konsumen harus jeli memastikan kemasan benar-benar baru, bersegel presisi, dan memiliki nomor seri produksi yang dicetak rapi menggunakan teknologi laser.
Selain itu, pelumas asli selalu memiliki warna kekuningan yang jernih dengan aroma khas, bukan berbau gosong atau menyengat layaknya cairan kimia buatan.
Pada akhirnya, perlindungan terbaik untuk menjaga keawetan mesin kendaraan Anda bertumpu pada kehati-hatian dalam memilih tempat berbelanja.
Jadilah konsumen yang cerdas dengan selalu memindai stiker hologram atau kode QR pada botol untuk memverifikasi keaslian produk.
Selalu pastikan Anda membeli kebutuhan pelumas langsung dari diler resmi, distributor terpercaya, dan jangan pernah tergiur oleh tawaran harga murah yang tak masuk akal.***