INSIBERNEWS - Kemenangan dramatis Marc Marquez dalam sprint race MotoGP Spanyol 2026 masih menuai perdebatan panas di paddock. Insiden yang terjadi di Sirkuit Jerez itu bahkan mendorong Aprilia untuk meminta evaluasi ulang terhadap regulasi balapan.
Balapan sprint yang digelar Sabtu (25/4) tersebut menjadi sorotan setelah Marquez meraih kemenangan dengan cara yang dianggap “tidak lazim”.
Pembalap juara bertahan itu sempat terjatuh akibat kondisi lintasan basah menjelang akhir lomba, namun berhasil melanjutkan balapan setelah mengganti motor.
Baca Juga: Ed Sheeran Ungkap Sempat Idap Herpes Zoster, Penampilannya Kini Bikin Pangling
Situasi ini memicu pertanyaan besar soal celah aturan. Direktur tim Aprilia, Paolo Bonora, menilai regulasi terkait masuk ke pit lane masih belum cukup jelas dan berpotensi menimbulkan interpretasi berbeda.
“Peraturan ini perlu diperbaiki. Definisi terkait masuk ke pit lane harus dibuat jauh lebih rinci,” ujar Bonora dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa aturan yang abu-abu bisa membuka peluang keuntungan yang tidak seharusnya. Karena itu, Aprilia mendorong adanya diskusi lanjutan antar tim dan penyelenggara untuk memperjelas regulasi.
Langkah Aprilia mendapat respons positif dari kubu Ducati. Manajer tim, Davide Tardozzi, mengakui bahwa Marquez tidak melanggar aturan, namun tetap melihat perlunya penyempurnaan regulasi.
“Marc tidak melakukan pelanggaran apa pun. Tapi ini adalah kesempatan untuk memperbaiki aturan agar lebih jelas ke depannya,” kata Tardozzi.
Kontroversi bermula ketika Marquez, setelah terjatuh, menyeberangi lintasan dan masuk ke pit lane melalui area rumput.
Baca Juga: Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Aksi tersebut dinilai memanfaatkan celah aturan, karena motornya tidak melewati garis pit lane secara resmi, sehingga ia masih diizinkan melanjutkan balapan.
Selain itu, Marquez juga dianggap cermat karena menunggu seluruh pembalap lain melintas sebelum kembali ke lintasan, serta tidak masuk pit dari arah yang dilarang.