olahraga

DFB Tegaskan Tak Ikut Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Pilih Jalur Dialog dan Sportivitas

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi Piala Dunia (Foto : Treasury)

INSIBERNEWS - Federasi Sepakbola Jerman (DFB) akhirnya angkat bicara terkait mencuatnya seruan boikot Piala Dunia 2026 yang sebagian besar akan digelar di Amerika Serikat. Di tengah dinamika geopolitik global, DFB menegaskan tidak akan ikut dalam wacana boikot tersebut.

Isu boikot Piala Dunia 2026 belakangan mengemuka seiring ketegangan politik internasional.

Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah utama turnamen bersama Kanada dan Meksiko, disorot setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan untuk mencaplok Greenland, wilayah yang berada di bawah kedaulatan Denmark.

Baca Juga: Usai Rehabilitasi Narkoba, Onad Buka Pengakuan soal Sindrom Peter Pan dan Sulit Lepas dari Masa Muda

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras di Eropa dan memperkeruh hubungan Amerika Serikat dengan Uni Eropa. Situasi itu kemudian merembet ke dunia olahraga, dengan munculnya seruan agar ajang Piala Dunia 2026 dijadikan alat tekanan politik melalui boikot.

Wakil Presiden DFB, Oke Gottlich, sempat melontarkan pandangan yang dinilai membuka ruang diskusi soal boikot. Ia mempertanyakan kapan isu tersebut seharusnya dibahas secara lebih serius di tingkat internasional.

“Saya bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat untuk membicarakan aksi boikot ini secara konkret?” ujar Gottlich kepada surat kabar Hamburger Morgenpost.

Baca Juga: Peraih Medali Emas PON, Nurul Akmal Ungkap Kekecewaan Soal Status PPPK Paruh Waktu

Meski demikian, pernyataan resmi DFB justru mengambil sikap berbeda. Federasi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembahasan internal terkait rencana boikot Piala Dunia 2026, baik di Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko.

“Tidak ada pembicaraan saat ini mengenai boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada,” tulis DFB dalam pernyataan resminya.

DFB menyampaikan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah persiapan turnamen, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Dialog dilakukan dengan perwakilan dari sektor politik, keamanan, bisnis, hingga komunitas olahraga.

Baca Juga: Bantah Isu Penelantaran Anak, Denada Sebut Ressa Hidup Hedon di Banyuwangi

“Dalam persiapan menuju turnamen, DFB tengah berdialog dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan penyelenggaraan,” lanjut pernyataan tersebut.

Federasi juga menegaskan keyakinannya bahwa olahraga, khususnya Piala Dunia, memiliki kekuatan sebagai pemersatu lintas negara dan budaya. Menurut DFB, ajang tersebut justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai positif di tengah dunia yang terbelah.

Halaman:

Tags

Terkini