INSIBERNEWS - Kontingen Indonesia menutup kiprah di ajang SEA Games 2025 dengan capaian membanggakan. Total 91 medali emas berhasil diraih dan mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir, sebuah prestasi yang patut diapresiasi di tengah persaingan ketat kawasan Asia Tenggara.
Namun, euforia kemenangan tersebut tak sepenuhnya berjalan mulus. Di ruang publik digital, perhatian justru bergeser ke gaya komunikasi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang ramai disorot warganet dan pengamat olahraga.
Sejumlah unggahan Erick di media sosial dinilai terlalu berfokus pada atlet peraih medali emas. Sementara itu, perjuangan atlet yang membawa pulang medali perak dan perunggu dinilai kurang mendapatkan sorotan serupa, baik dalam bentuk unggahan foto maupun narasi apresiasi.
Kondisi tersebut memicu beragam reaksi. Di kolom komentar, sebagian warganet melontarkan kritik tajam dengan menyematkan julukan bernada sindiran, seolah menggambarkan bahwa hanya medali emas yang layak mendapat panggung utama.
Bagi sebagian publik, pola komunikasi semacam ini dikhawatirkan menimbulkan kesan timpang. Padahal, dalam olahraga prestasi, medali perak dan perunggu juga lahir dari proses panjang, pengorbanan besar, dan perjuangan yang tak kalah berat dari peraih emas.
Baca Juga: Kasus Roti O Picu Perdebatan Cashless, BI Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak!
Kritik juga datang dari kalangan pengamat. Jurnalis senior olahraga Bung Harpa menilai gaya komunikasi tersebut berpotensi menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat dan komunitas atlet. Ia mengingatkan pentingnya empati dan kepekaan dalam menyampaikan pesan publik.
“Saatnya pemimpin olahraga memberi ruang lebih luas bagi atlet yang berjuang di lapangan, bukan justru menempatkan sorotan pada diri sendiri,” ujarnya dalam sebuah diskusi daring.
Menurut Bung Harpa, komunikasi publik pejabat olahraga seharusnya mampu merangkul seluruh elemen tim. Apresiasi yang merata diyakini dapat menjaga moral atlet dan memperkuat rasa kebersamaan dalam tim nasional.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, DPR Nilai Negara Hadir Jaga Gizi Anak
Di sisi lain, Erick Thohir juga sempat menyampaikan ucapan terima kasih secara umum kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Indonesia dalam unggahan penutup pada 20 Desember 2025. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif Tim Indonesia.
Perdebatan ini menjadi refleksi bahwa di era media sosial, setiap pesan pejabat publik mudah ditafsirkan beragam. Bukan hanya substansi prestasi yang dinilai, tetapi juga cara menyampaikan apresiasi yang dianggap mencerminkan nilai keadilan dan penghormatan terhadap seluruh atlet.***