INSIBERNEWS - Sampai kini kursi Pelatih Kepala Timnas Indonesia masih kosong usai kepergian Patrick Kluivert. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa pelatih yang baru wajib memberikan transfer pengetahuan kepada pelatih lokal.
Syarat ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses rekrutmen pelatih yang kini sedang berjalan.
Disebutkan oleh Sumardji, bahwa keberadaan pelatih lokal dalam jajaran kepelatihan bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Ditekankan juga bahwa pelatih kepala yang dipilih harus mampu bekerja bersama asisten lokal untuk memastikan alih kompetensi berjalan optimal.
Berkaca pada hubungan kerja antara Shin Tae-yong (STY) dan Nova Arianto sebelumnya.
Pembelajaran yang terjadi selama periode STY menangani Timnas Indonesia menjadi bukti bahwa pendampingan pelatih asing dapat menghasilkan pelatih lokal yang lebih matang.
Sumardji menilai perkembangan Nova sebagai salah satu bukti nyata dari proses belajar yang konsisten.
Ketua BTN PSSI itu menyebut keberhasilan itu sebagai hasil dari kedekatan koordinasi antara keduanya selama bertahun-tahun.
Terkini, Tim PSSI dikabarkan telah diberangkatkan ke Eropa untuk melakukan wawancara mendalam terhadap lima kandidat pelatih kepala baru.
Baca Juga: Dua WNI Tewas dalam Kebakaran Apartemen Hong Kong, Pemerintah RI Bergerak Cepat
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers bersama dua anggota Komite Eksekutif, ditugaskan menggali komitmen para kandidat, termasuk kesediaan untuk menjalankan program transfer ilmu yang menjadi syarat utama.
Sumardji sendiri dijadwalkan menyusul ke Eropa untuk bergabung dalam tahap evaluasi final.