olahraga

Didepak dari Kursi Pelatih, Begini Curhatan Alex Pastoor Bongkar 3 Poin Gagalnya Proyek PSSI di era Kluivert

Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:55 WIB
Mengintip pernyataan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor usai gagal membawa Garuda terbang ke Piala Dunia 2026. (Dok. NEC Nijmegen)

INSIBERNEWS - Alex Pastoor, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, akhirnya angkat bicara setelah dirinya bersama Patrick Kluivert didepak dari kursi pelatih Garuda.

Pastoor mengungkap sederet poin kegagalan proyek yang sejak awal diyakini akan menjadi fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia dalam wawancaranya dengan media lokal Belanda, Voetball Nieuws, pada Selasa, 21 Oktober 2025

Atmosfer negatif yang berkembang usai kegagalan kemarin membuat keputusan pemutusan kerja sama menjadi hal yang wajar.

Baca Juga: Geger! Tuduhan Skandal Lee Yi Kyung Ternyata Hanya Rekayasa AI, Pelaku Akui Semua Hanyalah Prank

“Kalau sentimen sudah berubah menjadi sangat negatif, Anda juga harus bertanya-tanya seperti apa atmosfer yang akan Anda hadapi,” kata Pastoor.

Menurutnya, penggantian Patrick Kluivert itu bukan hanya soal mengejar tiket ke Piala Dunia, melainkan juga terkait pembangunan sepak bola yang lebih jauh.

“Tapi saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia," sindirnya.

Baca Juga: Spekulasi Publik soal Kursi Kosong Pelatih Timnas Indonesia, Rumor Van Gaal hingga Respon Timur Kapadze

Pastoor mengaku tak terkejut dengan keputusan PSSI yang memutus kontrak usai kegagalan skuad Garuda di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak yang dialami Timnas Indonesia saat berada di bawah kepemimpinan Kluivert dan Pastoor itu membuat proyek besar yang mereka bangun harus berakhir lebih cepat dari rencana.

Proyek yang Tak Selesai Dijalankan
Alex Pastoor mengungkap, sejak awal, pihaknya bersama PSSI sudah menyepakati tiga tujuan besar.

Baca Juga: Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?

“Sejauh yang saya pahami, kesepakatan itu ada tiga poin. Pertama, tentu akan hebat jika bisa mencapai Piala Dunia. Namun sebagai tim peringkat ke-119 dunia, itu tidak mudah ataupun logis," ungkapnya.

Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu juga menyoroti upaya PSSI yang ingin agar era kepemimpinan Kluivert itu menjaring para pemain muda diaspora di berbagai level tertinggi di Eropa, termasuk dari Belanda.

Halaman:

Tags

Terkini