news

Dulu Musuhan, Presiden Suriah dan Putin Kini Kembali Berhubungan Baik Lewat Telepon

Kamis, 13 Februari 2025 | 14:05 WIB
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menegaskan hubungan strategis yang kuat antara negaranya dan Rusia dalam panggilan telepon dengan Presiden Vladimir Putin.

Percakapan tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepresidenan Suriah pada Rabu (12/2/2025) dan menjadi bukti bahwa meskipun terjadi perubahan kekuasaan di Suriah, hubungan kedua negara tetap erat.

Baca Juga: Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara

Momen ini terbilang unik karena Rusia sebelumnya merupakan sekutu kuat rezim Bashar al-Assad, yang selama bertahun-tahun mendapat dukungan militer dari Moskow dalam menghadapi kelompok pemberontak.

Namun, situasi berubah drastis setelah al-Sharaa berhasil menggulingkan Assad dalam pemberontakan yang terjadi tahun lalu. Kini, Assad dan keluarganya telah mengungsi ke Rusia, di mana mereka diberikan suaka politik.

Baca Juga: Jelang Laga Panas Persija vs Persib di Bekasi, Ketum Suporter Viking Titip Tim Kesayangannya ke Fans The Jak Mania: Semoga Bisa Kondusif

Meski memiliki sejarah yang berbeda dengan Rusia, al-Sharaa menekankan bahwa kerja sama strategis antara Suriah dan Moskow tetap penting bagi stabilitas kawasan.

Dalam percakapan tersebut, ia dan Putin membahas berbagai isu, termasuk rekonstruksi Suriah pasca konflik serta kerja sama di bidang ekonomi dan pertahanan.

Baca Juga: IKN Diisukan Jadi Megaproyek Mangkrak, Jokowi Optimis: Semua Sudah Sesuai Tahapan

Menurut sumber diplomatik, Putin diyakini tetap ingin mempertahankan pengaruh Rusia di Suriah, terlepas dari siapa yang memimpin negara tersebut.

Sebagai negara yang selama ini menjadi pangkalan penting bagi militer Rusia di Timur Tengah, Suriah tetap memiliki nilai strategis yang besar bagi Kremlin.

Baca Juga: Vonis Dinaikkan! Harvey Moeis Dihukum 20 Tahun Penjara

Hubungan antara Damaskus dan Moskow kini memasuki babak baru, dengan al-Sharaa yang mencoba menyeimbangkan hubungan dengan berbagai kekuatan global.

Meski masa depan politik Suriah masih penuh tantangan, satu hal yang jelas: Rusia tetap menjadi pemain kunci dalam dinamika negara tersebut.

Tags

Terkini